Menanti Kebangkitan Partai Buruh

Senin, 18 Mei 2015 - 11:21 WIB
Menanti Kebangkitan...
Menanti Kebangkitan Partai Buruh
A A A
PARTAI Buruh berbenah. Dalam waktu dekat Partai Buruh akan memilih pemimpin baru yang membawa ide segar untuk membangkitkan partai tersebut.

Figur pemimpin memiliki peranan penting karena ketua partai akan menjadi Perdana Menteri (PM). Lalu, siapakah kandidat ketua Partai Buruh? Wakil Ketua Partai Buruh Harriet Harman menjadi pemimpin sementara sampai ketua partai yang baru telah terpilih. Kandidat lainnya adalah Andy Burnham,45; Chuka Umunna,36; Yvette Cooper,46; Liz Kendall,43; dan Dan Jarvis,42.

Sebagian besar calon pemimpin Partai Buruh adalah politisi muda. Ummuna berjanji akan memperbaiki Partai Buruh yang sudah salah jalan. ”Kita harus mengarahkan kembali Partai Buruh ke jalan yang benar,” kata dia, dilansir The Sunday Times. Kemudian, Kendall menyatakan siap untuk maju memimpin partai tersebut. ”Kita bukan hanya membutuhkan wajah baru. Kita butuh pendekatan baru yang fundamental,” tegas Kendall.

Tony Blair yang sebelumnya membawa kemenangan tiga kali Partai Buruh berturutturut meminta organisasi itu harus memosisikan diri pada jalur baru. ”Bukan lagi sebagai partai sayap kiri tradisional yang bertentangan dengan sayap kanan Partai Konservatif,” tegas Blair.

Partai Buruh juga diminta untuk mengakhiri hubungan masa lalunya dan memilih pemimpin barunya dari formasi 2010 yang tak terkait dengan pemerintahan Tony Blair dan Gordon Brown. Penyegaran harus dilakukan untuk mereposisi Partai Buruh di mata warga Inggris. Strategi baru juga harus diutamakan untuk menarik simpati publik Inggris.

Sementara, kegagalan Partai Buruh pada Pemilu Parlemen 7 Mei lalu disebabkan Ed Miliband gagal merebut hati pemilih kalangan menengah atas. Tuduhan itu disampaikan saudara kandung Ed Miliband, David Miliband. David mengungkapkan, para pemilih tak menyetujui penawaran politik Ed. Ed dianggap terlalu egoistis karena menganggap gaya dan pendekatannya sendiri yang terbaik dan menolak saran politisi lain.

”Saat pemilu 2010 dan 2015 Gordon Brown dan Ed membiarkan diri sendiri seperti yang dicitrakan. Keduanya mengabaikan aspirasi partai dan publik ” ungkap David Miliband, dilansir Independent. ”Jawabannya adalah dengan tidak mengulangi kejadian 1997. Kita harus membangun fondasi kuat demi mencapai tujuan dan memperbaiki kelemahan,” sambung David Miliband.

Dia menambahkan, banyak serangan yang ditujukan kepada Ed sangat tidak menyenangkan dan tidak adil. Dalam pandangan Owen Jones, seorang penulis sayap kiri, jika Partai Buruh mengubah jalurnya menjadi satu pemikiran dengan partai sayap kanan, tetap tidak akan menghasilkan kebijakan yang baik.

Jones mengatakan, kesalahan Ed Miliband adalah dalam menerapkan kebijakan partai yaitu menyampaikan pesan yang jelas atau menentukan kebijakan yang berpihak pada rakyat ekonomi lemah. Hal ini telah menjadi semangat dan landasan yang telah diperjuangkan para pendahulu Partai Buruh.

”Sementara, Konservatif menyampaikan visi dan misinya dengan tepat: menjaga kestabilan, merevisi kesejahteraan rakyat, memperbaiki kondisi Buruh, dan sebagainya,” kata Jones, dilansir Guardian .

Ed Miliband menyampaikan, kegagalan pemilu lalu juga disebabkan oleh ketidakdekatan Partai Buruh dengan buruh di Inggris pada umumnya. ”Untuk membentuk pemerintahan yang berpihak pada para buruh, negara ini membutuhkan partai pro-pekerja, dan Partai Buruh harus segera bangkit setelah kegagalan pemilu lalu,” ucap Ed Miliband.

Dia mengungkapkan, sudah waktunya bagi kader partai untuk melanjutkan kepemimpinan Partai Buruh. Namun, Ed Miliband juga menyatakan akan tetap menjadi anggota parlemen Partai Buruh. Kekalahan paling menonjol partai pimpinan Ed Miliband terjadi di Skotlandia.

Partai Buruh hanya mendapat jatah satu kursi dari 41 kursi yang tersedia di Skotlandia. Sebagian besar suara diperoleh Partai Nasional Skotlandia (SNP) Menariknya, setelah kekalahan telak Partai Buruh, muncul banyak dukungan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya anggota baru partai sebanyak 21.000 orang.

Meski popularitas partai menurun, ribuan orang mendaftar ke partai yang dikalahkan pada pemilu parlemen. Peningkatan ini mencapai angka sekitar 10%, menjadi 221.247 orang anggota.

Arvin
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved