Golkar Agung Tanggapi 2 Tersangka Baru Kasus Munas Ancol
Jum'at, 15 Mei 2015 - 17:19 WIB
Golkar Agung Tanggapi 2 Tersangka Baru Kasus Munas Ancol
A
A
A
JAKARTA - Badan Reserse dan Kriminal Polri (Bareskrim) Polri menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen mandat Partai Golkar pada pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ancol yang menghasilkan kepengurusan Agung Laksono.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Ancol, Leo Nababan menegaskan penetapan dua tersangka baru tidak memengaruhi keabsahan kepengurusan Partai Golkar Agung Laksono.
"Silakan yang masalah di Bareskrim jalan sendiri, itu kasus yang berbeda. Jangan menyatakan opini-opini yang menyesatkan," ujar Leo di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2015).
Pada kesempatan itu dia juga mengecam anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo yang sering melontarkan pernyataan terkait proses hukum tersebut. Dia mengingatkan kepada politikus Partai Golkar di kubu hasil Munas Bali kepengurusan Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical itu untuk menghormati proses hukum yang berjalan.
"Saya kaget dari Bambang Soesatyo bicara di media, ada dua lagi tersangka. Apakah dia ini sudah berubah nama menjadi Irjen Bambang Soesatyo, Kadiv Humas Polri. Lebih bagus kita serahkan saja kepada hukum," tegasnya.
Baca: Tersangka Dugaan Mandat Palsu Golkar Bertambah.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar hasil Munas Ancol, Leo Nababan menegaskan penetapan dua tersangka baru tidak memengaruhi keabsahan kepengurusan Partai Golkar Agung Laksono.
"Silakan yang masalah di Bareskrim jalan sendiri, itu kasus yang berbeda. Jangan menyatakan opini-opini yang menyesatkan," ujar Leo di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (15/5/2015).
Pada kesempatan itu dia juga mengecam anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo yang sering melontarkan pernyataan terkait proses hukum tersebut. Dia mengingatkan kepada politikus Partai Golkar di kubu hasil Munas Bali kepengurusan Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical itu untuk menghormati proses hukum yang berjalan.
"Saya kaget dari Bambang Soesatyo bicara di media, ada dua lagi tersangka. Apakah dia ini sudah berubah nama menjadi Irjen Bambang Soesatyo, Kadiv Humas Polri. Lebih bagus kita serahkan saja kepada hukum," tegasnya.
Baca: Tersangka Dugaan Mandat Palsu Golkar Bertambah.
(kur)