Kehadiran Jokowi di Kongres Demokrat Cairkan Kebekuan Politik
Rabu, 13 Mei 2015 - 11:26 WIB
Kehadiran Jokowi di Kongres Demokrat Cairkan Kebekuan Politik
A
A
A
JAKARTA - Ada momentum istinewa dalam pembukaan Kongres IV Partai Demokrat di Kota Surabaya, tadi malam. Perhelatan lima tahunan partai berlambang bintang mercy itu dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu disambut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi juga diberi kesempatan berpidato dan memukul gong sebagai tanda dibukanya kongres.
Pengamat politik dari Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto menilai iktikad Jokowi menghadiri undangan Kongres Partai Demokrat patut diapresiasi.
"Apa yang dilakukan Jokowi sebuah langkah politik positif meski Demokrat tidak masuk ke dalam pemerintahan," kata Heri saat di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Menurut Heri, Kongres Partai Demokrat merupakan kongres kedua yang dihadiri langsung oleh Jokowi. Heri berharap kehadiran Jokowi mencairkan kebekuan politik pada masa awal pemerintahan.
"Dari sekian kongres partai pada 2015, kita lihat Jokowi baru hadir di PDIP dan Demokrat. Semoga ini bisa mencairkan suasana politik. Apalagi sebentar lagi KMP (Koalisi Merah Putih) dan KIH Koalisi Jidonesia Hebat) akan berseteru dalam proses revisi UU Pilkada," kata Heri.
Bahkan kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu disambut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi juga diberi kesempatan berpidato dan memukul gong sebagai tanda dibukanya kongres.
Pengamat politik dari Political Communication (Polcomm) Institute, Heri Budianto menilai iktikad Jokowi menghadiri undangan Kongres Partai Demokrat patut diapresiasi.
"Apa yang dilakukan Jokowi sebuah langkah politik positif meski Demokrat tidak masuk ke dalam pemerintahan," kata Heri saat di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Menurut Heri, Kongres Partai Demokrat merupakan kongres kedua yang dihadiri langsung oleh Jokowi. Heri berharap kehadiran Jokowi mencairkan kebekuan politik pada masa awal pemerintahan.
"Dari sekian kongres partai pada 2015, kita lihat Jokowi baru hadir di PDIP dan Demokrat. Semoga ini bisa mencairkan suasana politik. Apalagi sebentar lagi KMP (Koalisi Merah Putih) dan KIH Koalisi Jidonesia Hebat) akan berseteru dalam proses revisi UU Pilkada," kata Heri.
(dam)