Megawati ke Kader di HUT ke-50 PDIP: Jangan Hanya Dengar Pidato Ibu, tapi Budek

Selasa, 10 Januari 2023 - 11:39 WIB
loading...
Megawati ke Kader di...
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023). Foto/Tangkapan layar YouTube PDIP
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpidato dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023). Megawati berpesan kepada seluruh kader PDIP untuk mendengarkan pidatonya dengan hati dan dengan kepala, jangan hanya mendengar tetapi seperti tuli.

Menurutnya, hati dan otak harus ada keterikatan yang satu. “Jangan hanya dengar pidato ibu tapi budek (tuli), masukkan ke sini (hati), bonding (ikatan) antara ini (hati) dengan ini (kepala), satu,” kata Megawati dalam pidatonya.

Kemudian, Megawati melanjutkan, satu itu dari hati, ke kepala dan langsung ke atas atau ke Allah SWT. Karena, PDIP bisa menjadi seperti ini pada hari ini, karena diberi oleh Allah SWT, sehingga harus ingat pada Allah SWT.

Baca juga: Megawati Awali Pidato di HUT ke-50 PDIP dengan Salam Pancasila

“Satu itu terus mancur ke atas. Kita diparingi sama Gusti Allah lho, bisa jadi begini,” pesannya.

Presiden ke-5 RI ini juga berpesan, jangan sampai ada kader yang sampai harus dipecat oleh partai. Jangan sampai dirinya harus menandatangani surat pemecatan, karena itu sudah ada dalam aturan.

“Kalau saya dengan segala hormat saya anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampai tingkat pemecatan saya teken jret. Jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu (memecat),” tutur Mega.

Untuk itu, Mega melanjutkan, saat ini dirinya telah membuat aturan baru di PDIP, jadi kalau sudah tidak sejalan dengan aturan PDIP sebaiknya mengundurkan diri dari PDIP. “Lah sekarang saya bikin aturan baru, supaya ya sudah kalau kamu gitu mundur aja, dia enggak mau,” ungkapnya.

Mega pun menceritakan bahwa dulu ia pernah mendapatkan banyak sekali gugatan dari kader PDIP, saat Pramono Anung menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP. Mereka itu dipecat karena ada yang tidak menjalankan partai, bahkan ada juga yang berkhianat dan pelanggaran lainnya.

“Dulu Pak Jokowi, saya tuh gugatannya segini (tangannya menunjukkan seperti ada tumpukan berkas) sama Pak Sekjen Pak Pramono Anung, karena atas nama partai toh. Karena mereka benar-benar ada yang tidak menjalankan aturan partai, ada yang berkhianat dan lain sebagainya,” terang Mega.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved