Diprediksi Lolos ke Parlemen, Pengamat Beberkan Kekuatan Partai Perindo
Selasa, 27 Desember 2022 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
"Momentum tersebut sangat penting dan menandakan Partai Perindo siap bertarung dengan partai besar lainnya," terang Ikhwan.
Ikhwan berpandangan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4% dapat dipenuhi Partai Perindo. Apalagi, ia menilai Partai Perindo terus menggencarkan program ke masyarakat.
"Meskipun ambang batas parlemen yang cukup besar 4%, tantangan tersebut bisa dimanfaatkan Partai Perindo dengan terus melakukan pendekatan ke arus bawah. Misalnyas menggencarkan program berbasis perekonomian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok rakyat," tutur Ikhwan.
Dia menambahkan partai non-parlemen seperti Partai Perindo bisa menggeser posisi partai politik parlemen jika cerug suara pemilih partai parlemen terkikis dan bergeser ke pemilih partai non-parlemen. Baca juga: HT Lantik Letjen TNI Purnawirawan Ali Hamdan Bogra Jadi Ketua DPW Perindo Papua Barat Daya
"Partai Perindo bisa memanfaatkan waktu yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi yang cukup lama untuk membangun kembali basis suara yang sudah ada," tutup Ikhwan.
Ikhwan berpandangan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4% dapat dipenuhi Partai Perindo. Apalagi, ia menilai Partai Perindo terus menggencarkan program ke masyarakat.
"Meskipun ambang batas parlemen yang cukup besar 4%, tantangan tersebut bisa dimanfaatkan Partai Perindo dengan terus melakukan pendekatan ke arus bawah. Misalnyas menggencarkan program berbasis perekonomian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok rakyat," tutur Ikhwan.
Dia menambahkan partai non-parlemen seperti Partai Perindo bisa menggeser posisi partai politik parlemen jika cerug suara pemilih partai parlemen terkikis dan bergeser ke pemilih partai non-parlemen. Baca juga: HT Lantik Letjen TNI Purnawirawan Ali Hamdan Bogra Jadi Ketua DPW Perindo Papua Barat Daya
"Partai Perindo bisa memanfaatkan waktu yang cukup panjang untuk melakukan sosialisasi yang cukup lama untuk membangun kembali basis suara yang sudah ada," tutup Ikhwan.
(kri)
Lihat Juga :