Ganjar Kuat di Elektabilitas dan Ideologi, Pengamat: Paling Masuk Syarat Diusung PDIP
Minggu, 18 Desember 2022 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Dia mencontohkan, saat Ganjar didorong menjadi kepala daerah atau gubernur di Jawa Tengah berbekal ideologi partai. Terbukti, Ganjar menjadi gubernur sekalipun elektabilitasnya hanya sekitar 7%. “Ganjar cuma 7% (elektabilitas). Tapi karena ideologinya dan Bu Mega percaya itu, akhirnya dicalonkan dan menang,” ujarnya.
Peneliti senior Populi Center, Afrimadona meyakini PDIP tak akan berani untuk tidak mencalonkan atau mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Hal itu berdasarkan pada hasil sebagian besar jajak pendapat lembaga survei terpercaya dan mapan yang menunjukkan keterpilihan Ganjar punya selisih cukup besar dengan kandidat lainnya.
"Sebagian besar hasil survei dari lembaga-lembaga yang sudah established memperlihatkan bahwa Ganjar masih menjadi calon presiden favorit dengan rata-rata selisih yang cukup dari calon-calon favorit lainnya, yakni Anies Baswedan dan Prabowo Subianto," kata Afrimadona.
Dengan demikian, menurut Afrimadona, memilih Ganjar sebagai Capres 2024 adalah pilihan paling rasional bagi PDIP. Sebaliknya, jika PDIP tidak memilih Ganjar, maka kartu mati bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut. "Karena itu, PDIP besar kemungkinan akan tetap mencalonkan Ganjar, kecuali kalau PDIP sudah siap menjadi oposisi lagi," ujarnya
Peneliti senior Populi Center, Afrimadona meyakini PDIP tak akan berani untuk tidak mencalonkan atau mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Hal itu berdasarkan pada hasil sebagian besar jajak pendapat lembaga survei terpercaya dan mapan yang menunjukkan keterpilihan Ganjar punya selisih cukup besar dengan kandidat lainnya.
"Sebagian besar hasil survei dari lembaga-lembaga yang sudah established memperlihatkan bahwa Ganjar masih menjadi calon presiden favorit dengan rata-rata selisih yang cukup dari calon-calon favorit lainnya, yakni Anies Baswedan dan Prabowo Subianto," kata Afrimadona.
Dengan demikian, menurut Afrimadona, memilih Ganjar sebagai Capres 2024 adalah pilihan paling rasional bagi PDIP. Sebaliknya, jika PDIP tidak memilih Ganjar, maka kartu mati bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut. "Karena itu, PDIP besar kemungkinan akan tetap mencalonkan Ganjar, kecuali kalau PDIP sudah siap menjadi oposisi lagi," ujarnya
(cip)
Lihat Juga :