Grand Syekh Al Azhar Ajak Tokoh Agama Dunia Lebih Vokal Suarakan Ancaman Perubahan Iklim
Minggu, 06 November 2022 - 08:18 WIB
loading...
Ketua MHM yang juga Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menegaskan bahwa Islam mengharuskan umatnya untuk menjaga lingkungan hidup pada pertemuan reguler ke-16 MHM di Manama, Bahrain. Foto/Dok/MHM
A
A
A
JAKARTA - Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menegaskan bahwa Islam mengharuskan umatnya untuk menjaga lingkungan hidup, mengembangkan dan melestarikan sumber dayanya.
Islam melarang aksi menebang pohon dan tumbuh-tumbuhan atau menenggelamkannya ke dalam air untuk tujuan merusak.
Baca juga: Sidang MHM di Bahrain, Quraish Shihab Bicara Fenomena Fobia Agama dan Tantangan Perubahan Iklim
Syekh Al-Tayeb mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi dan sikap sewenang-wenang terhadap sumber daya alam di mana manusia diberi amanat untuk menjaga dan memakmurkannya, adalah sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Allah di alam raya yang luas ini.
Syekh Ahmad Al-Tayeb menambahkan bahwa orang yang mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk mengatasi krisis perubahan iklim , terutama mengingat praktik negara-negara industri besar menahan dana yang dibutuhkan secara moral dan manusiawi, pasti akan merasa ngeri dan takut.
“Kita, para pemuka dan tokoh agama, punya kewajiban untuk menyuarakan hal ini kepada para pemegang kebijakan dan pemilik kekayaan besar,” katanya pada pertemuan reguler ke-16 MHM di Manama, Bahrain, Jumat (4/11/2022).
Baca juga: TGB Zainul Majdi: Muslim Rusia Ingin Belajar Kerukunan Indonesia
Islam melarang aksi menebang pohon dan tumbuh-tumbuhan atau menenggelamkannya ke dalam air untuk tujuan merusak.
Baca juga: Sidang MHM di Bahrain, Quraish Shihab Bicara Fenomena Fobia Agama dan Tantangan Perubahan Iklim
Syekh Al-Tayeb mengingatkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi dan sikap sewenang-wenang terhadap sumber daya alam di mana manusia diberi amanat untuk menjaga dan memakmurkannya, adalah sesuatu yang berlawanan dengan kehendak Allah di alam raya yang luas ini.
Syekh Ahmad Al-Tayeb menambahkan bahwa orang yang mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk mengatasi krisis perubahan iklim , terutama mengingat praktik negara-negara industri besar menahan dana yang dibutuhkan secara moral dan manusiawi, pasti akan merasa ngeri dan takut.
“Kita, para pemuka dan tokoh agama, punya kewajiban untuk menyuarakan hal ini kepada para pemegang kebijakan dan pemilik kekayaan besar,” katanya pada pertemuan reguler ke-16 MHM di Manama, Bahrain, Jumat (4/11/2022).
Baca juga: TGB Zainul Majdi: Muslim Rusia Ingin Belajar Kerukunan Indonesia
Lihat Juga :