Airlangga Dinilai Sosok yang Sudah Teruji untuk Maju sebagai Capres 2024
Sabtu, 05 November 2022 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu ia katakan menyusul hasil survei LSI Denny JA yang menempatkan elektabilitas Partai Golkar berada pada urutan terbesar kedua.
Menurut Aceng, ketua umum partai adalah kader terbaik yang memiliki otoritas menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART yang berlaku di partai tersebut.
Kata Aceng, dalam proses hajatan politik, peran ketua umum sebagai nahkoda sangatlah penting dalam menentukan arah kemana kapal berlayar termasuk menentukan kebijakan yang dilakukan untuk para awak di kapal tersebut.
"Seorang Airlangga Hartarto adalah sosok yang sudah cukup teruji untuk maju sebagai capres di 2024. Selain dari pengalaman memimpin Golkar sebagai organisasi parpol besar, juga banyak hal lain yang menjadi poin proof-nya," tegasnya.
Aceng menjelaskan, proses pilpres dan pileg yang dilakukan di masa tahun politik baik dilaksanakan secara bersamaan atau pun tidak, tentu memiliki korelasi yang saling berkaitan. Seperti PDIP mengusung Jokowi dan Gerindra yang mengusung Prabowo.
"Ini salah satu contoh korelasi pilpres dan pileg yang Kedua contoh di atas memiliki dampak signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut tentu jauh berbeda dengan hanya sekedar partai pendukung di karenakan ketidakberanian ketua umumnya maju sebagai kandidat atau alasan karena faktor persyaratan 20% yang terpaksa harus koalisi," jelasnya.
Menurut Aceng, ketua umum partai adalah kader terbaik yang memiliki otoritas menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART yang berlaku di partai tersebut.
Kata Aceng, dalam proses hajatan politik, peran ketua umum sebagai nahkoda sangatlah penting dalam menentukan arah kemana kapal berlayar termasuk menentukan kebijakan yang dilakukan untuk para awak di kapal tersebut.
"Seorang Airlangga Hartarto adalah sosok yang sudah cukup teruji untuk maju sebagai capres di 2024. Selain dari pengalaman memimpin Golkar sebagai organisasi parpol besar, juga banyak hal lain yang menjadi poin proof-nya," tegasnya.
Aceng menjelaskan, proses pilpres dan pileg yang dilakukan di masa tahun politik baik dilaksanakan secara bersamaan atau pun tidak, tentu memiliki korelasi yang saling berkaitan. Seperti PDIP mengusung Jokowi dan Gerindra yang mengusung Prabowo.
"Ini salah satu contoh korelasi pilpres dan pileg yang Kedua contoh di atas memiliki dampak signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut tentu jauh berbeda dengan hanya sekedar partai pendukung di karenakan ketidakberanian ketua umumnya maju sebagai kandidat atau alasan karena faktor persyaratan 20% yang terpaksa harus koalisi," jelasnya.
Lihat Juga :