Pemuda Perindo: Anak Indonesia Tak Boleh Gagap Teknologi Hadapi Bonus Demografi
Senin, 24 Oktober 2022 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Iqnal, sekolah ini semestinya sudah ada semacam pelatihan-pelatihan khusus digitalisasi dari lembaga pendidikan agar bisa punya skill. Sayangnya, Indonesia belum seperti Jepang yang usia 0-14 itu produktif untuk digital.
"Kalau Jepang umur yang produktif itu nol sampai 14 dan ke belakangnya udah kurang. Kalau kita kebalikanya, yang dewasanya yang malah enggak produktif gitu kan," ujar Iqnal.
Iqnal menambahkan, semuanya nanti akan lari ke digital. Untuk bersaing dengan dunia luar, fondasinya di pendidikan harus kuat. Itulah kenapa sekolah negeri hari ini kurang diminati ketimbang sekolah swasta, bahkan tidak sedikit juga orang tua yang ingin anaknya bersekolah di luar negeri, karena standar pendidikannya. Digitalisasi ini sesuatu yang harus dikejar karena pertumbuhan penggunanya sangat cepat.
"Kalau Jepang umur yang produktif itu nol sampai 14 dan ke belakangnya udah kurang. Kalau kita kebalikanya, yang dewasanya yang malah enggak produktif gitu kan," ujar Iqnal.
Iqnal menambahkan, semuanya nanti akan lari ke digital. Untuk bersaing dengan dunia luar, fondasinya di pendidikan harus kuat. Itulah kenapa sekolah negeri hari ini kurang diminati ketimbang sekolah swasta, bahkan tidak sedikit juga orang tua yang ingin anaknya bersekolah di luar negeri, karena standar pendidikannya. Digitalisasi ini sesuatu yang harus dikejar karena pertumbuhan penggunanya sangat cepat.
(zik)
Lihat Juga :