Menag Yaqut Luncurkan Peringatan Hari Santri 2022: Lawan Benci dengan Prestasi!
Rabu, 28 September 2022 - 04:18 WIB
loading...
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak santri menjawab kebencian dengan prestasi. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Peringatan Hari Santri 2022 di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jawa Tengah Selasa (27/9/2022). Dalam sambutannya Yaqut para santri untuk melawan munculnya kebencian masyarakat terhadap pesantren bekalangan ini.
Hal tersebut diicu generalisasi atas suatu peristiwa di pesantren. Yaqut mencontohkan, ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri. “Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri,” kata Yaqut dikutip dari keterangannya, Rabu (28/9/2022).
Baca juga: Tema dan Logo Hari Santri 2021, Ini Makna dan Filosofinya
“Kebencian dan ketidaksukaan terhadap para santri harus dilawan. Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan,”ujar Menag.
Selain itu, Yaqut juga berpesan agar kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama. Jika ada orang tidak suka dengan para santri, hal itu harus dijawab dengan prestasi. “Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin para santri mampu menunjukkan prestasinya,” tutur Yaqut.
Sebagai informasi, Hari Santri diperingati sejak tahun 2015, setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Menag mengingatkan bahwa negara menganugerahkan Hari Santri karena jasa para santri terdahulu. Mereka ikut berjuang, mempertaruhkan nyawa, harta, dan semua yang dimiliki demi kemerdekaan Indonesia.
“Hari Santri adalah pemberian, anugerah, penghargaan dari Pemerintah, Presiden Joko Widodo kepada para santri yang diakui telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini,” ujar Yaqut.
Hal tersebut diicu generalisasi atas suatu peristiwa di pesantren. Yaqut mencontohkan, ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri. “Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri,” kata Yaqut dikutip dari keterangannya, Rabu (28/9/2022).
Baca juga: Tema dan Logo Hari Santri 2021, Ini Makna dan Filosofinya
“Kebencian dan ketidaksukaan terhadap para santri harus dilawan. Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan,”ujar Menag.
Selain itu, Yaqut juga berpesan agar kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama. Jika ada orang tidak suka dengan para santri, hal itu harus dijawab dengan prestasi. “Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin para santri mampu menunjukkan prestasinya,” tutur Yaqut.
Sebagai informasi, Hari Santri diperingati sejak tahun 2015, setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Menag mengingatkan bahwa negara menganugerahkan Hari Santri karena jasa para santri terdahulu. Mereka ikut berjuang, mempertaruhkan nyawa, harta, dan semua yang dimiliki demi kemerdekaan Indonesia.
“Hari Santri adalah pemberian, anugerah, penghargaan dari Pemerintah, Presiden Joko Widodo kepada para santri yang diakui telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini,” ujar Yaqut.
Lihat Juga :