Isu Lingkungan Mencuat, Sektor Pariwisata Didorong Berbenah

Rabu, 01 Juli 2020 - 17:50 WIB
loading...
Isu Lingkungan Mencuat,...
Wisatawan memadati Taman Wisata Candi Borobudur sebelum pandemi COVID-19. FOTO/Dok SINDOnews/Ahmad Antoni
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih mendorong agar masa pandemi COVID-19 digunakan untuk perbaikan aspek-aspek lingkungan di sektor pariwisata Indonesia. "Saat masih banyak ditutup seperti ini, saya pikir waktu yang tepat untuk kita melakukan pembenahan-pembenahan pariwisata, terutama pada aspek lingkungan," kata Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2020).

Menurut dia, ada beberapa isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Pertama, soal waste management. Dia memberikan contoh kondisi sampah di Bali yang sangat memprihatinkan dan telah diliput oleh salah satu media internasional.

Menurut penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, tercatat timbunan sampah di Provinsi Bali sebanyak 1,6 juta ton per tahun dengan rata-rata 4.281 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 52% di antaranya belum tertangani dengan baik. "Ini bisa menjadi kampanye negatif untuk Bali," ujar doktor ilmu lingkungan tersebut.(Baca juga: Ekonomi Diprediksi Baru Akan Pulih Setelah 2020 )

Isu kedua adalah mengenai konservasi. Fikri menyebutkan, perlu memerhatikan carrying capacity dan ecological footprints karena sumber daya terbatas. Fikri menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu saat memimpin kunjungan kerja ke Borobudur.

"Borobudur itu ada kapasitasnya, maksimal 128 orang dalam satu waktu secara bersamaan naik di lingkungan stupa, tetapi dinaiki oleh ribuan orang. Ini tentu bahaya bagi kelestarian Borobudur," kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Dia mendorong agar pemerintah perlu memikirkan konsep hingga penerapan konservasi, terlebih di masa persiapan pembukaan lagi pariwisata, sebelum banyak wisatawan datang. "Aspek lingkungan harus terintegrasi dalam program-program pengembangan pariwisata, sehingga pariwisata kita bisa berkelanjutan. Dokumen perencanaan di tiap kota dan kabupaten juga tingkat provinsi harus ada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang tak terpisahkan dengan Riparda (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah)," katanya.(Baca juga: Nekat Wisata Saat Pandemi, Puluhan Wisatawan Diserang Ubur-ubur )

Menurut Fikri, tidak perlu memaksakan jumlah wisatawan yang tinggi, terlebih tanpa memerhatikan kelangsungan sumber daya kita. "Lebih baik kita bisa menjaganya sehingga tidak rusak dan citra pariwisata kita tetap baik," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
BPDLH Gandeng 8 Lembaga...
BPDLH Gandeng 8 Lembaga Perantara Perkuat Transformasi Pembiayaan Perhutanan Sosial
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Rekomendasi
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Berita Terkini
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved