Demokrat Sarankan Presiden Dengarkan Aspirasi Rakyat soal Kinerja Menteri

Rabu, 01 Juli 2020 - 12:50 WIB
loading...
Demokrat Sarankan Presiden...
Presiden Joko Widodo. Foto/Setkab
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai, dalam pelaksanaannya sebagai kepala pemerintahan, kepala negara, dan pemegang mandat rakyat, Presiden Jokowi harus mendengarkan masukan dan aspirasi dari rakyat terkait dengan kinerja para pembantunya dalam mengelola kementerian dan lembaganya guna melayani rakyat.

Menurutnya, sejak awal idealnya pemilihan menteri didasarkan kepada basis profesionalitas, integritas, kapasitas, kapabilitas dan kompetensi. Selain itu, kata dia, penentuan target dan capaian dalam perspektif kinerja juga harus menjadi ukuran dalam menilai apakah pembantu Presiden perform apa tidak.

"Dalam konteks itu, Presiden perlu arif dan bijak, perlu view dan cara pandang yang lebih luas dan objektif dengan mendengar masukan rakyatnya," kata Didik, Rabu (1/7/2020).

Menilik perjalanan pemerintahan hari ini, lanjut dia, kalau mendasarkan kepada janji Jokowi dalam periode pertama dan kedua, termasuk nawa citanya, masih banyak masyarakat yang berharap agar janji-janji tersebut bisa ditunaikan sepenuhnya. "Dan yang paling penting adalah bagaimana Jokowi bisa memastikan bahwa kehidupan demokrasi, kebebasan dan stabilitas politik bisa terjaga dan ditingkatkan," ujar anggota Komisi III DPR RI ini.

Di bidang ekonomi dan kesejahteraan, lanjut Didik, tentu hingga saat ini banyak masyarakat yang merasa belum mendapatkan akses kesejahteraan yang cukup. Didik melanjutkan, di bidang penegakan hukum dan keadilan, masih banyak masyarakat yang menganggap keadilan justru semakin menjauh dari rakyat kecil, hukum dianggap bergerak melawan tujuannya. (Baca juga: Soal Kemungkinan Ditawari Kursi Menteri, Politikus Demokrat Bilang Begini ).

Menurut dia, hal itu semua tidak lepas dari komitmen dan kinerja para pembantu Presiden. Dia mengatakan, melihat apa yang dirasakan rakyat saat ini, maupun kondisi bangsa saat ini, sangat mudah bagi rakyat untuk mengukur komitmen dan capaian dari para menteri.

"Mengingat dalam batas dan kadar tertentu adanya anggapan masih jauhnya kesejahteraan dan keadilan yang didapatkan masyarakat akibat kebijakan dan kinerja kementerian, sangat wajar apabila rakyat menginginkan perbaikan dan perubahan yang lebih komprehensif dan lebih baik, dan reshuffle menteri dianggap menjadi salah satu harapan dan jalan keluar," kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam prinsip manajemen modern, manajerial itu harusnya sangat terukur dan evaluable. Dengan basis sistem dan manajerial yang baik tersebut, sambung dia, idealnya Presiden akan mudah menilai dan mengevaluasi kinerja para pembantunya. (Baca juga: Jangan-Jangan Pilpres 2024 Megawati vs Prabowo ).

"Apabila kinerja dan capaiannya tidak sesuai dengan target dan perencanaan, Presiden tidak perlu ragu-ragu untuk melakukan penyegaran. Dan hal itu biasa sekali dalam konteks pemimpin yang memiliki kepekaan dan memiliki kemampuan dan kemapanan dalam manajemen dan kepemimpinan," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved