Ketegasan Jokowi Dibutuhkan untuk Reshuffle Tanpa Gangguan Parpol

Selasa, 30 Juni 2020 - 08:57 WIB
loading...
A A A
Mengenai waktu reshuffle Hanta memperkirakan akan direalisasikan Jokowi dalam waktu tidak lama. “Reshuffle sangat dinantikan masyarakat saat ini. Lagi pula pasti Istana punya data dan indikator dalam mengevaluasi menteri. Karena itu, jangan lama-lama,” desaknya.

Merombak menteri dari parpol memang bukan perkara mudah karena pasti menimbulkan dinamika. Parpol pasti tidak rela jika jatahnya dikurangi. Namun, dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, ini seharusnya bukan masalah serius bagi Jokowi. Apalagi, selama ini mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sering menyebut dirinya tidak memiliki beban apa-apa. “Di sinilah letak ujian Jokowi sesungguhnya. Berani tidak dia menolak kompromi dengan parpol dan membuktikan bahwa dia tanpa beban seperti sering ia dengungkan,” ujarnya saat dihubungi kemarin. (Baca juga: Jokowi Ancam Ressufle, Tengku Zulkarnai: Ibarat Kanker Stadium 4)

Adi mengatakan, bisa jadi masalah yang dikeluhkan Jokowi pada rapat kabinet itu bukan pada menterinya. Siapa pun menterinya, memang sulit bekerja maksimal di tengah situasi terbatas akibat pandemi. Karena itu, dia memperkirakan reshuffle tidak akan dilakukan Jokowi dalam waktu dekat.

Makna Politik

Wacana reshuffle berembus kencang seusai beredar video rekaman sidang kabinet pada Minggu (28/6). Jokowi menyebut banyak menteri yang bekerja terlalu biasa. Mestinya pada situasi pandemi ini para menteri bekerja ekstrakeras. Terutama untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

Menanggapi pernyataan Presiden, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut itu sebagai teguran agar menteri memperbaiki kinerjanya. “Presiden beberapa kali mengatakan ini dan masih ada hal-hal di lapangan yang tidak sesuai harapan. Penekanan ini sudah beberapa kali, tapi yang kemarin jauh lebih keras,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan langkah ini dilakukan Presiden agar penanganan Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal. Pasalnya, ada beberapa sektor yang masih lemah dalam eksekusinya. Mantan Panglima TNI ini mengatakan bahwa apa yang disampaikan Presiden harus direspons oleh para menteri dan kepala lembaga. Presiden saat ini khawatir bahwa para pembantunya bekerja biasa-biasa saja. (Baca juga: Korban Meninggal Akibat Covid-19 Mencapai Lebih dari 500.000 Orang)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved