DPR Minta Penyelewengan Dana ACT Ditelusuri Sampai Luar Negeri
Jum'at, 29 Juli 2022 - 15:07 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta penyelewengan dana ACT ditelusuri sampai luar negeri. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibu Khajar sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana CSR dari Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 senilai Rp34 miliar. Polisi juga telah menyita 56 unit kendaraan milik ACT yang disimpan di Gedung Wakaf Distribution Center (WDC), Global Wakaf Corpora di Bogor, Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, penyelewengan dana CSR ini sama sekali tidak bisa diterima akal sehat dan sangat menyakiti hati nurani. Karena itu, Sahroni meminta polisi untuk terus melakukan penelusuran atas dugaan penyelewengan-penyelewengan lain oleh ACT.
"Tentunya, penetapan tersangka ini menjadi titik terang bagi penyelidikan atas dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Hal ini tentunya sangat menyakitkan ya, terutama kita tahu, dananya juga didapat dari keluarga yang mengalami musibah. Namun ternyata dana ini diselewengkan secara tidak semestinya. Ini tentu sangat menyakiti hati nurani," kata Sahroni kepada wartawan dikutip, Jumat (29/7/2022).
Sahroni mendesak polisi perlu terus menelusuri laporan keuangan ACT untuk menemukan dugaan penyelewengan lain. Legislator dari Fraksi Nasdem itu pun menyoroti kemungkinan penyaluran dana untuk kegiatan terorisme di luar negeri seperti yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, penyelewengan dana CSR ini sama sekali tidak bisa diterima akal sehat dan sangat menyakiti hati nurani. Karena itu, Sahroni meminta polisi untuk terus melakukan penelusuran atas dugaan penyelewengan-penyelewengan lain oleh ACT.
"Tentunya, penetapan tersangka ini menjadi titik terang bagi penyelidikan atas dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Hal ini tentunya sangat menyakitkan ya, terutama kita tahu, dananya juga didapat dari keluarga yang mengalami musibah. Namun ternyata dana ini diselewengkan secara tidak semestinya. Ini tentu sangat menyakiti hati nurani," kata Sahroni kepada wartawan dikutip, Jumat (29/7/2022).
Sahroni mendesak polisi perlu terus menelusuri laporan keuangan ACT untuk menemukan dugaan penyelewengan lain. Legislator dari Fraksi Nasdem itu pun menyoroti kemungkinan penyaluran dana untuk kegiatan terorisme di luar negeri seperti yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Lihat Juga :