Konsolidasi Kultural, Polri Gelar Doa Bersama di Pondok Buntet Pesantren
Senin, 25 Juli 2022 - 17:29 WIB
loading...
Polri akan menggelar doa untuk negeri bersama Pondok Buntet Pesantren di Halaman Masjid Agung Buntet, Cirebon pada Selasa (26/7/2022) besok. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Polri akan menggelar doa untuk negeri bersama Pondok Buntet Pesantren di Halaman Masjid Agung Buntet, Cirebon pada Selasa (26/7/2022) besok. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut.
Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Abdullah Syukri menjelaskan, kehadiran Kapolri bertujuan untuk menghilangkan kecenderungan gap komunikasi antara Polri dengan basis kultural pesantren. Sebab, sejauh ini secara dominan yang mengkonsolidasi pesantren adalah kalangan tertentu dengan pendekatan kultur dan ideologi tertentu.
"Oleh karena itu, dibutuhkan konsolidasi di ruang kultural yang dapat memiliki koordinasi langsung ke Polri dan pemerintah," kata Abe sapaan akrab Syukri melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/7/2022).
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) 2022, terdapat 26.975 pesantren dengan 2.743.098 santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka memiliki pengaruh secara sosial, ilmu pengetahuan dan keagamaan di masyarakat.
Delegasi Y20 Indonesia untuk Diversity and Inculsion ini menjelaskan, konsolidasi kultural adalah upaya untuk memaksimalkan potensi sumberdaya berbasis pesantren yang belum tersentuh secara menyeluruh. Konsolidasi kultural tersebut dapat terwujud dalam kegiatan seperti tausiyah, halaqoh kebangsaan, dan zikir kerakyatan.
"Kita akan gelar silaturahmi dengan Kapolri yang sekaligus akan membahas berbagai macam isu. Ini juga sebagai upaya dukungan pesantren terhadap pemerintah dan Polri dalam menghadapi beragam persoalan," kata putra KH Hasanuddin Kriyani ini.
Penanggung jawab kegiatan, Muhammad Abdullah Syukri menjelaskan, kehadiran Kapolri bertujuan untuk menghilangkan kecenderungan gap komunikasi antara Polri dengan basis kultural pesantren. Sebab, sejauh ini secara dominan yang mengkonsolidasi pesantren adalah kalangan tertentu dengan pendekatan kultur dan ideologi tertentu.
"Oleh karena itu, dibutuhkan konsolidasi di ruang kultural yang dapat memiliki koordinasi langsung ke Polri dan pemerintah," kata Abe sapaan akrab Syukri melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/7/2022).
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) 2022, terdapat 26.975 pesantren dengan 2.743.098 santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka memiliki pengaruh secara sosial, ilmu pengetahuan dan keagamaan di masyarakat.
Delegasi Y20 Indonesia untuk Diversity and Inculsion ini menjelaskan, konsolidasi kultural adalah upaya untuk memaksimalkan potensi sumberdaya berbasis pesantren yang belum tersentuh secara menyeluruh. Konsolidasi kultural tersebut dapat terwujud dalam kegiatan seperti tausiyah, halaqoh kebangsaan, dan zikir kerakyatan.
"Kita akan gelar silaturahmi dengan Kapolri yang sekaligus akan membahas berbagai macam isu. Ini juga sebagai upaya dukungan pesantren terhadap pemerintah dan Polri dalam menghadapi beragam persoalan," kata putra KH Hasanuddin Kriyani ini.
Lihat Juga :