Mafia Tanah Sudah Kronis, DPR Minta Menteri Hadi Tjahjanto Benahi Internal BPN

Sabtu, 16 Juli 2022 - 14:33 WIB
loading...
Mafia Tanah Sudah Kronis,...
Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus melihat bahwa masalah mafia tanah ini sudah sangat kronis terjadi di Tanah Air dan masalahnya bermula dari aparat di internal Badan Pertanahan Nasional (BPN) sendiri. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR melihat bahwa masalah mafia tanah ini sudah sangat kronis terjadi di Tanah Air dan masalahnya bermula dari aparat di internal Badan Pertanahan Nasional (BPN) sendiri. Oleh karena itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dapat membangun sistem internal yang baik di BPN.

“Menurut hemat saya pembenahan di internal, itu paling penting, meskipun ada pelayanan satu pintu tapi berurusan dengan BPN/ATR tetap saja ada masalah birokrasi, kalau oknum itu satu dua tempat kabupaten/kota. Tapi hampir menyeluruh kami dapati, birokrasi harus dibenahi Pak Menteri ini,” ujar Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus dalam Polemik MNC Trijaya FM yang bertajuk “Mafia Tanah Bikin Gerah”, Sabtu (16/7/2022). Baca juga: Ada Pembangkangan Putusan Pengadilan, Perindo Pertanyakan Mekanisme di Internal BPN



Guspardi menjelaskan ada banyak persoalan dan salah satunya mengenai mafia tanah. Menurutnya, mafia tanah sesuatu yang gampang diselidiki, ditangkap, dan juga diproses dan mafia tanah itu pintu masuknya ada di BPN. Kalau BPN betul-betul bekerja secara profesional, melihat fakta dan data terhadap persyaratan yang diberikan, tentu tidak akan terjadi mafia tanah itu.

“Jadi pintu masuknya semuanya, terjadi duplikasi sertifikat, terjadi mafia, semua itu ditentukan dan ditetapkan oleh alas hukum yaitu namanya sertifikat. Kalau sertifikat jelas orang enggak berani masuk,” tegasnya.

Legislator asal Sumatera Barat (Sumbar) ini melihat karena ada pintu masuk yang diberikan kesempatan oleh oknum yang ada, hampir tidak ada kegiatan-kegiatan di kabupaten/kota yang tidak berbau mafia tanah itu. Sehingga, sistem ini perlu dibenahi agar harapan masyarakat bahwa Menteri Hadi punya lokomotif baru dan punya senjata yang kuat bisa dibuktikan.

“Bahwa ada perubahan yang dahsyat di kabupaten-kabupaten dan kota. Sebetulnya beliau (Hadi) ini komandan, komandan ini tegak lurus, tidak ada satupun aparat di BPN yang neko-neko, tidak ada pungli, tidak ada lagi mempersulit, satu pintu tapi bagaimanapun operatornya manusia,” tandas Guspardi.

Apalagi, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menyaksikan bahwa persoalan mafia tanah ini sudah sangat kronis, hal itu dibuktikan melalui temuan Panja Mafia Tanah di Komisi II DPR. Dan masalahnya ada pada internal dan juga birokrasi di BPN, bagaimana agar Hadi dapat mengubah itu seperti birokrasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Baca juga: Kepala BPN Palembang yang Ditangkap Polda Metro Jaya Ternyata Sering Jadi Saksi di Persidangan

“Ganti kepala itu, ganti menteri itu, enggak ada masalah, yang paling penting membangun sistem. Pak Hadi bisa datang dan pergi, yang paling penting sistem internal BPN, sistem di seluruh pemerintahan. Artinya sistem yang dibangun. Mudah-mudahan Pak Hadi orang ini yang membangun sistem, tidak ada pungli, tidak ada oknum yang berani berbuat. Kalau sistem yang sudah dibuat tidak ada ranah yang bisa dimasuki oleh mafia tanah itu,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
Komisi II DPR Minta...
Komisi II DPR Minta Maaf Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Menteri ATR Nusron Wahid...
Menteri ATR Nusron Wahid Akui Mayoritas Tanah di Indonesia Dikuasai Kelompok Tertentu
Menteri Nusron dan Rektor...
Menteri Nusron dan Rektor UIN Datokarama Kerja Sama Tuntaskan Legalisasi Tanah Wakaf
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved