Festival Budaya dan Kesalehan Sosial Warnai Dukungan Ribuan Warga Desa Madura ke Ganjar
Kamis, 07 Juli 2022 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ishaq, mereka yang hadir dari berbagai latar belakang diantaranya kiai, ulama, habib dengan pakaian berwarna didominasi putih. Kemudian, pemuda-pemudi, ibu rumah tangga, pedagang, wiraswasta, petani hingga nelayan.
Kaos hitam bertuliskan Des Ganjar dibawah mentari yang memancarkan panasnya, tak menghalangi mereka mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar untuk menjadi presiden Indonesia periode 2024-2029. Iring-iringan berbagai kesenian tradisional dari daerah berjuluk pulau garam itu, mewarnai perjalanan menuju ikrar dukungan kepada mantan alumnus UGM tersebut.
Kesenian penuh makna ditampilkan diantaranya, diantaranya Tarian Muang Sangkal dari Kabupaten Sumenep. Kesenian ini dilakukan oleh lima orang penari wanita yang masih perawan. Tari ini biasanya disebut untuk tolak bala.
Kemudian, kesenian musik Daul khas Pamekasan dari grup bernama Jhung Rojhung. Nama musik itu dari Bahasa Madura yang berarti gotong royong. Kesenian ini berdekorasikan kepala naga yang besar, ada bunga teratai menghiasi dekorasi berukuran panjang delapan meter, tinggi empat meter dan lebar dua meter tersebut. "Dalam deklarasi ini, kita mengangkat kebudayaan daerah, khususnya kebudayan Madura," tutur Ishaq.
Apresiasi atas ketangguhan relawan dalam perjuangan mendukung Ganjar disampaikan Ketua Dewan Pengarah Des Ganjar, Wargiyati. Ia mengaku takjub atas antusiasme dan kecintaan masyarakat di Madura kepada Ganjar.
"Luar biasa sekali antusiasme masyarakat Madura, walaupun baru kali ini masuk mensosialisasikan, tapi hasilnya luar biasa," kata Wargiyati sembari tersenyum.
Dengan penuh optimisme, Wargiyati menargetkan kemenangan Ganjar di Madura sebanyak 80 persen. "Target kita di Madura pemenangan Mas Ganjar diangka 80 persen. Saya optimis di Madura pun nanti akan menang mutlak untuk Pak Ganjar," tegasnya.
Kaos hitam bertuliskan Des Ganjar dibawah mentari yang memancarkan panasnya, tak menghalangi mereka mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar untuk menjadi presiden Indonesia periode 2024-2029. Iring-iringan berbagai kesenian tradisional dari daerah berjuluk pulau garam itu, mewarnai perjalanan menuju ikrar dukungan kepada mantan alumnus UGM tersebut.
Kesenian penuh makna ditampilkan diantaranya, diantaranya Tarian Muang Sangkal dari Kabupaten Sumenep. Kesenian ini dilakukan oleh lima orang penari wanita yang masih perawan. Tari ini biasanya disebut untuk tolak bala.
Kemudian, kesenian musik Daul khas Pamekasan dari grup bernama Jhung Rojhung. Nama musik itu dari Bahasa Madura yang berarti gotong royong. Kesenian ini berdekorasikan kepala naga yang besar, ada bunga teratai menghiasi dekorasi berukuran panjang delapan meter, tinggi empat meter dan lebar dua meter tersebut. "Dalam deklarasi ini, kita mengangkat kebudayaan daerah, khususnya kebudayan Madura," tutur Ishaq.
Apresiasi atas ketangguhan relawan dalam perjuangan mendukung Ganjar disampaikan Ketua Dewan Pengarah Des Ganjar, Wargiyati. Ia mengaku takjub atas antusiasme dan kecintaan masyarakat di Madura kepada Ganjar.
"Luar biasa sekali antusiasme masyarakat Madura, walaupun baru kali ini masuk mensosialisasikan, tapi hasilnya luar biasa," kata Wargiyati sembari tersenyum.
Dengan penuh optimisme, Wargiyati menargetkan kemenangan Ganjar di Madura sebanyak 80 persen. "Target kita di Madura pemenangan Mas Ganjar diangka 80 persen. Saya optimis di Madura pun nanti akan menang mutlak untuk Pak Ganjar," tegasnya.
Lihat Juga :