Kemacetan di Merak, Bambang Haryo: Karena Kurangnya Dermaga
Rabu, 04 Mei 2022 - 19:14 WIB
loading...
Kemacetan di Pelabuhan Merak. Foto: Ravie/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Antrean panjang kendaraan yang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni saat libur Lebaran tahun ini dinilai menunjukkan ketidaksiapan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Hal ini dikatakan oleh Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Bambang Haryo Soekartono.
Baca juga: Calon Penumpang Kapal Membeludak, Tol Tangerang-Merak Macet Parah
Menurut Bambang, antrean panjang itu terjadi karena PT ASDP tidak segera membangun jumlah dermaga yang layak dan cukup untuk mengantisipasi jumlah kapal yang ada di lintasan tersebut.
Baca juga: Macet Parah di Pelabuhan Merak, ASDP: Jangan Khawatir, Pasti Kita Angkut Semua
"Di Merak-Bakauheni ada 74 kapal yang siap beroperasi, tetapi tidak lebih dari 40% saja yang tertampung di dermaga. Sisanya yang 60% kapal terpaksa mengganggur dan tidak bisa beroperasi," ungkap Bambang dalam keterangannya, Rabu (4/5/2022).
Baca juga: Merak-Bakauheni Macet Parah, Jokowi: Volume Kendaraannya yang Terlalu Banyak
Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur ini mengungkapkan, akibatnya terjadi kapasitas mengganggur (idle capacity) yang sangat besar dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin menyeberang.
"Ini satu kesalahan manajemen transportasi, seharusnya pemerintah menekan ASDP segera membangun dermaga untuk antisipasi penambahan kapasitas angkut," ujarnya.
Baca juga: Calon Penumpang Kapal Membeludak, Tol Tangerang-Merak Macet Parah
Menurut Bambang, antrean panjang itu terjadi karena PT ASDP tidak segera membangun jumlah dermaga yang layak dan cukup untuk mengantisipasi jumlah kapal yang ada di lintasan tersebut.
Baca juga: Macet Parah di Pelabuhan Merak, ASDP: Jangan Khawatir, Pasti Kita Angkut Semua
"Di Merak-Bakauheni ada 74 kapal yang siap beroperasi, tetapi tidak lebih dari 40% saja yang tertampung di dermaga. Sisanya yang 60% kapal terpaksa mengganggur dan tidak bisa beroperasi," ungkap Bambang dalam keterangannya, Rabu (4/5/2022).
Baca juga: Merak-Bakauheni Macet Parah, Jokowi: Volume Kendaraannya yang Terlalu Banyak
Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur ini mengungkapkan, akibatnya terjadi kapasitas mengganggur (idle capacity) yang sangat besar dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin menyeberang.
"Ini satu kesalahan manajemen transportasi, seharusnya pemerintah menekan ASDP segera membangun dermaga untuk antisipasi penambahan kapasitas angkut," ujarnya.
Lihat Juga :