PDIP Ingatkan Jokowi Menteri Teknis Tidak Boleh Cepat Diganti

Jum'at, 08 April 2022 - 08:44 WIB
loading...
PDIP Ingatkan Jokowi...
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto meminta kepada Presiden Jokowi agar tidak mengganti para pembantu di Kabinet Indonesia Maju, khususnya di kementerian teknis. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto meminta kepada Presiden Jokowi agar tidak mengganti para pembantu di Kabinet Indonesia Maju, khususnya di kementerian teknis. Alasannya, orang yang duduk di kementerian teknis tidak bisa langsung bekerja tapi membutuhkan waktu untuk belajar.

Hal ini disampaikan Bambang Wuryanto menanggapi munculnya spekulasi reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/4/2022), Jokowi kembali menegur menterinya terkait dengan kenaikan harga Pertamax dan minyak goreng.

"Sekali lagi kalau orang mau mengambil keputusan itu, atau saya mau ganti A, B, sampai pada tingkat kesan seperti apa. Karena mohon maaf ya, khusus menteri-menteri teknis, anggaplah menteri teknis itu yang seperti apa Pak PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menteri teknis, Perhubungan teknis, ESDM teknis karena ada SKK Migas. Itu kementerian teknis, Anda nggak bisa mengganti cepat orang," kata Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip, Jumat (8/4/2022).



Ketua Komisi III DPR ini menjelaskan, orang-orang yang duduk di kementerian teknis itu harus belajar terlebih dulu, sehingga membutuhkan waktu. "Karena orang yang duduk di situ harus belajar dulu. Orang jadi menteri kan harus belajar dulu itu butuh waktu belajar. Berapa lama ini? Lagi-lagi selesai nih (di-reshuffle)," ujarnya. "Siapa pun yang mau jadi menteri tolonglah," imbuh Bambang.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini mengaku pernah bertanya langsung kepada Presiden Jokowi mengenai berapa lama ia belajar menjadi wali kota, gubernur, dan presiden. "Saya pernah kok tanya sama Presiden, Pak Presiden dulu belajar jadi presiden berapa waktu? Saya butuh waktu 2 tahun tapi, waktu jadi wali kota saya butuh waktu 1 tahun, jadi gubernur butuh waktu 1,5 tahun," tutur Bambang menirukan jawaban Jokowi.

Menurut Bambang, ketika Presiden Jokowi membutuhkan waktu 2 tahun untuk belajar, dan waktu yang lebih singkat saat belajar sebagai kepala daerah, itu semua karena persoalan yang berbeda-beda. Seseorang tidak bisa belajar sebagai presiden saat berada di luar jangkauan presiden, maka harus mendampingi presiden untuk bisa belajar. Sama halnya dengan menteri yang harus belajar saat menjabat dan mendampingi presiden.

Baca juga: Jokowi Tegur Menteri, Politikus PDIP Ini Teringat Cara Soeharto Memilih Pembantu di Kabinet

"Ketika pak presiden dua tahun karena permasalahannya beda-beda, orang enggak bisa belajar jadi presiden di luar, nggak bisa. Dia harus dampingi presiden dia akan belajar menjadi presiden dengan benar sama dengan menteri. Harapannya itu," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved