Survei: Gen Z Ternyata Suka Berita Politik, Instagram Jadi Pilihan
Rabu, 06 April 2022 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
“Para responden mengatakan mereka memilih Instagram karena konten visualnya yang menarik, Twitter karena memungkinkan mereka untuk mengikuti berita dengan topik yang sedang tren dan kesempatan untuk bergabung dalam percakapan dan berbagi pendapat,” kata peneliti sekaligus penerima Maverick Analytics Fellow Adrianus Sukanto.
Survei dilakukan secara daring antara 28 Desember 2021 dan 2 Februari 2022 dengan jumlah responden yang berimbang antara wanita dan pria. “Hasil survei memiliki implikasi besar bagi pemasar dan media karena Gen Z Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik, merupakan sepertiga dari populasih Indonesia. Dalam beberapa tahun ketika mereka pindah ke lingkungan kerja, mereka menjadi kelompok konsumen berita dan produk terbesar,” kata Kepala Program Studi Komunikasi Unpad Nindi Aristi.
Dia mengatakan, survei ini juga mengonfirmasi tren anak muda Indonesia yang mengonsumsi berita dari sumber pilihan mereka sendiri, seperti homeless media dan sumber media sosial lainnya, tidak harus dari kanal berita yang sudah mapan, serta bagaimana berita dikemas seperti yang mereka inginkan. “Pemasar perlu mengorientasikan ulang bagaimana mereka mendekati Gen Z jika mereka ingin masuk ke kelompok konsumen yang sedang naik daun ini,” pungkasnya.
Survei dilakukan secara daring antara 28 Desember 2021 dan 2 Februari 2022 dengan jumlah responden yang berimbang antara wanita dan pria. “Hasil survei memiliki implikasi besar bagi pemasar dan media karena Gen Z Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik, merupakan sepertiga dari populasih Indonesia. Dalam beberapa tahun ketika mereka pindah ke lingkungan kerja, mereka menjadi kelompok konsumen berita dan produk terbesar,” kata Kepala Program Studi Komunikasi Unpad Nindi Aristi.
Dia mengatakan, survei ini juga mengonfirmasi tren anak muda Indonesia yang mengonsumsi berita dari sumber pilihan mereka sendiri, seperti homeless media dan sumber media sosial lainnya, tidak harus dari kanal berita yang sudah mapan, serta bagaimana berita dikemas seperti yang mereka inginkan. “Pemasar perlu mengorientasikan ulang bagaimana mereka mendekati Gen Z jika mereka ingin masuk ke kelompok konsumen yang sedang naik daun ini,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :