Prabowo Masih Ungguli Ganjar dan Anies tapi Tren Elektabilitasnya Menurun
Minggu, 03 April 2022 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, pada simulasi 19 nama yang diambil dari 33 nama yang dianggap lebih punya kans. Di sini selisihnya Prabowo 22,4% dengan Ganjar 21,6%. Sementara Anies perolehannya sebesar 17% disusul Ridwan Kamil 6,1%, AHY 5,1%, Sandi 4,7%, dan nama-nama berikutnya.
Pada simulasi 7 nama, Ganjar dan Prabowo imbang. Bahkan Ganjar meraih 27,6% atau unggul tipis 0,2 di atas Prabowo 27,4%. Jika beberapa nama dikeluarkan, dukungannya cenderung ke Ganjar Pranowo, dan beberapa nama yang lain. Ada Erick naik dari 1,3% jadi 2,4%, Puan juga naik dari 0,8% jadi 1,8%.
"Poin saya di sini, nama-nama yang lain dalam simulasi 7 nama cenderung naik, kecuali Pak Prabowo, ketika nama-nama sebelumnya di-take out dari simulasi," ujar Burhan.
Baca juga: Survei Median: Prabowo Unggul, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat
Menurut Burhan, tren elektabilitas Prabowo cenderung menurun. Pada November 2021 mendapatkan 27,5% dan Desember 2021 22,4%. Sementara tren Ganjar dan Anies cenderung naik. Ganjar 18% pada survei Desember 2021 dan Anies mendapat 15,8% pada Desember 2021. Salah satunya mungkin karena Prabowo jarang tampil di publik.
Pada simulasi 7 nama, Ganjar dan Prabowo imbang. Bahkan Ganjar meraih 27,6% atau unggul tipis 0,2 di atas Prabowo 27,4%. Jika beberapa nama dikeluarkan, dukungannya cenderung ke Ganjar Pranowo, dan beberapa nama yang lain. Ada Erick naik dari 1,3% jadi 2,4%, Puan juga naik dari 0,8% jadi 1,8%.
"Poin saya di sini, nama-nama yang lain dalam simulasi 7 nama cenderung naik, kecuali Pak Prabowo, ketika nama-nama sebelumnya di-take out dari simulasi," ujar Burhan.
Baca juga: Survei Median: Prabowo Unggul, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat
Menurut Burhan, tren elektabilitas Prabowo cenderung menurun. Pada November 2021 mendapatkan 27,5% dan Desember 2021 22,4%. Sementara tren Ganjar dan Anies cenderung naik. Ganjar 18% pada survei Desember 2021 dan Anies mendapat 15,8% pada Desember 2021. Salah satunya mungkin karena Prabowo jarang tampil di publik.
Lihat Juga :