Pameran Haji Dunia, Menag Yaqut Naik Motor Astuti Milik Indonesia
Selasa, 22 Maret 2022 - 01:02 WIB
loading...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil menaiki motor Astrea tujuh tiga atau Astuti yang biasa digunakan saat operasional penyelenggaraan ibadah haji di Mina. Foto: Dok Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil meninjau stan pameran Indonesia pada pembukaan Mu'tamar wa Ma'radl Khidamaatil Hajj wal 'Umrah atau Conference and Exhibition for Hajj and Umrah Services (Konferensi dan Pameran Layanan Haji dan Umrah). Pameran haji dunia ini berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, Senin (21/3/2022).
Pada kesempatan itu, Menag Yaqut sempat menaiki motor Astrea tujuh tiga atau Astuti yang biasa digunakan saat operasional penyelenggaraan ibadah haji di Mina. Kendaraan roda dua ini digunakan untuk mengantar jamaah dari tenda misi haji Indonesia ke tenda jamaah.
Selain itu, stan ini menyajikan layanan informasi seputar sejarah penyelenggaraan haji dan umrah. Dipamerkan juga sejumlah paspor dan gelang jamaah haji dari masa ke masa.
Baca juga: Menag: Antrean Jamaah Haji Indonesia 40 Tahun, Malaysia 141 Tahun
Tu terkait layanan jamaah haji, Menag Yaqut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, mulai mekanisme deteksi jamaah hingga manasik. Sehingga ke depan ia ingin layanan haji sudah berbasis digital.
"Ke depan saya harap layanan jamaah sudah berbasis digital dan lebih fleksibel. Misalnya, gelang yang juga bisa untuk memantau pergerakan jamaah sekaligus memitigasi jamaah tersesat. Atau, bagaimana dibuat inovasi untuk membantu jamaah usia lanjut," ujar Menag dalam keterangan resminya.
Pada kesempatan itu, Menag Yaqut sempat menaiki motor Astrea tujuh tiga atau Astuti yang biasa digunakan saat operasional penyelenggaraan ibadah haji di Mina. Kendaraan roda dua ini digunakan untuk mengantar jamaah dari tenda misi haji Indonesia ke tenda jamaah.
Selain itu, stan ini menyajikan layanan informasi seputar sejarah penyelenggaraan haji dan umrah. Dipamerkan juga sejumlah paspor dan gelang jamaah haji dari masa ke masa.
Baca juga: Menag: Antrean Jamaah Haji Indonesia 40 Tahun, Malaysia 141 Tahun
Tu terkait layanan jamaah haji, Menag Yaqut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, mulai mekanisme deteksi jamaah hingga manasik. Sehingga ke depan ia ingin layanan haji sudah berbasis digital.
"Ke depan saya harap layanan jamaah sudah berbasis digital dan lebih fleksibel. Misalnya, gelang yang juga bisa untuk memantau pergerakan jamaah sekaligus memitigasi jamaah tersesat. Atau, bagaimana dibuat inovasi untuk membantu jamaah usia lanjut," ujar Menag dalam keterangan resminya.
Lihat Juga :