Sesar Baru Ditemukan Usai Gempa Pasaman Barat, BMKG Minta Waspada
Minggu, 06 Maret 2022 - 13:52 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan informasi temuan baru sesar aktif pascagempa Pasaman Barat. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mewaspadai temuan segmen sesar baru seusai gempa bumi mengguncang Pasaman Barat pada Jumat, 25 Februari 2022. Pemerintah daerah setempat diminta untuk mewaspadai kompleksitas sistem sesar aktif di Sumatera Barat tersebut.
"Penemuan sesar baru ini perlu ditindak lanjuti dengan penentuan batas zona bahaya yang tidak boleh dibangun pemukiman masyarakat ataupun bangunan vital/strategis tanpa menerapkan konstruksi bangunan tahan gempa," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan resminya, Minggu (6/3/2022).
Baca juga: Trauma Healing MNC Peduli Bantu Pulihkan Psikologis Anak Korban Gempa Pasaman
BMKG memberikan peringatan dini itu sejak awal agar jika suatu waktu terjadi gempa bumi berkekuatan besar, maka tidak memakan korban jiwa atau kerugian yang besar. Tak hanya itu, BMKG juga meminta agar ada implementasi yang nyata dari penduduk setempat yang berada di zona sesar baru untuk memahami bahaya gempa.
"Setelahnya, perlu penegakan hukum terkait implementasi RT/RW tersebut. Bentuknya, dapat berupa tidak lagi menerbitkan izin di lokasi-lokasi yang jelas-jelas memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Harus ada peta bencana dan zonasi yang jelas," terangnya.
Dwikorita menerangkan, hasil kajian yang dilakukan BMKG berdasarkan peta sesar aktif di Sumatra Barat di bagian utara. Di mana, sebelumnya hanya terdapat patahan di Angkola dan Sianok. Tapi setelah dikaji mendalam usai gempa Pasaman Barat, kini ditemukan segmen sesar baru yang diberi nama Sesar Talamau.
"Sesar baru tersebut diklasifikasikan sebagai sesar geser menganan (dextral strike-slip fault) yang menjadi ciri khas mekanisme sumber gempa Sesar Besar Sumatra. Sesar tersebut berpotensi menimbulkan dampak gempa hingga skala intensitas VII-VIII MMI," beber Dwikorita.
"Penemuan sesar baru ini perlu ditindak lanjuti dengan penentuan batas zona bahaya yang tidak boleh dibangun pemukiman masyarakat ataupun bangunan vital/strategis tanpa menerapkan konstruksi bangunan tahan gempa," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan resminya, Minggu (6/3/2022).
Baca juga: Trauma Healing MNC Peduli Bantu Pulihkan Psikologis Anak Korban Gempa Pasaman
BMKG memberikan peringatan dini itu sejak awal agar jika suatu waktu terjadi gempa bumi berkekuatan besar, maka tidak memakan korban jiwa atau kerugian yang besar. Tak hanya itu, BMKG juga meminta agar ada implementasi yang nyata dari penduduk setempat yang berada di zona sesar baru untuk memahami bahaya gempa.
"Setelahnya, perlu penegakan hukum terkait implementasi RT/RW tersebut. Bentuknya, dapat berupa tidak lagi menerbitkan izin di lokasi-lokasi yang jelas-jelas memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Harus ada peta bencana dan zonasi yang jelas," terangnya.
Dwikorita menerangkan, hasil kajian yang dilakukan BMKG berdasarkan peta sesar aktif di Sumatra Barat di bagian utara. Di mana, sebelumnya hanya terdapat patahan di Angkola dan Sianok. Tapi setelah dikaji mendalam usai gempa Pasaman Barat, kini ditemukan segmen sesar baru yang diberi nama Sesar Talamau.
"Sesar baru tersebut diklasifikasikan sebagai sesar geser menganan (dextral strike-slip fault) yang menjadi ciri khas mekanisme sumber gempa Sesar Besar Sumatra. Sesar tersebut berpotensi menimbulkan dampak gempa hingga skala intensitas VII-VIII MMI," beber Dwikorita.
Lihat Juga :