Komisi IX DPR Kecewa Berat kepada Kepala BP2MI, Rapat Dibatalkan

Kamis, 03 Februari 2022 - 12:10 WIB
loading...
Komisi IX DPR Kecewa...
Komisi IX DPR tiba-tiba membatalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang dijadwalkan, Kamis (3/2/2022) pagi. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE DPR RI
A A A
JAKARTA - Komisi IX DPR tiba-tiba membatalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang dijadwalkan, Kamis (3/2/2022) pagi. Komisi IX merasa kecewa dan tidak dihargai lantaran Kepala BP2MI tidak hadir.

Awalnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris sebagai pimpinan rapat membacakan absensi rapat bahwa sudah hadir 24 anggota dari 9 Fraksi, sehingga telah kuorum dan rapat bisa dimulai. Charles pun hendak menetapkan waktu rapat, tetapi ada anggota yang menyampaikan interupsi.

"Sesuai dengan ketentuan tata tertib DPR rapat ini sudah kuorum dan kita nyatakan terbuka untuk umum. Mengenai waktu rapat sudah pukul 10.30 apabila bisa disepakati kita sepakat kira-kira sampai jam 12.00, Bapak, Ibu," kata politikus PDIP ini di Ruang Rapat Komisi IX DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2022).



Namun sebelum rapat dilanjutkan, Anggota Komisi IX DPR Darul Siska melakukan interupsi. "Ya, silakan Pak Darul," kata Charles.

Darul menyampaikan bahwa RDP merupakan rapat yang penting karena membahas laporan kerja 2021 dan proyeksi di 2022, sehingga diperlukan kehadiran Kepala BP2MI. Sementara, yang hadir hanya Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI dan pejabat lainnya yang masih baru dan belum dikenalkan pada Komisi IX.

Untuk itu, Darul meminta agar rapat tersebut dibatalkan sampai Kepala BP2MI berkenan hadir di Komisi IX DPR. "Mungkin barangkali ada baiknya rapat ini kita tunda dulu aja sampai kepalanya berkenan hadir, supaya kita bisa lebih komprehensif dan tuntas pembahasan kita ketua," ujar politikus Golkar itu.

Senada, Anggota Komisi IX DPR lainnya, Nur Nadlifah juga berpendapat bahwa rapat ini tidak bisa dilanjutkan tanpa kehadiran Kepala BP2MI. Dia menyayangkan bahwa Kepala BP2MI tidak menghargai Komisi IX DPR. "Dan dalam hal ini saya rasa Pak Kepala (BP2MI) tidak menghargai forum kita. Jadi saya usul rapat dibatalkan karena tidak menghargai dalam hal ini pak," ujar politikus PKB itu.

Baca juga: Respons BP2MI, TNI AU Dalami Dugaan Oknum Prajurit Bantu Kirim PMI Ilegal

Kemudian, Charles mengakui bahwa sejujurnya ia kecewa karena Kepala BP2MI tidak hadir. Ketidakhadirannya juga disampaikan dengan mengirimkan surat pendelegasian, akan tetapi tidak dijelaskan alasan Kepala BP2MI tidak dapat hadir dalam rapat ini. Untuk itu, ia sependapat dengan anggota lain bahwa rapat hari ini dibatalkan.

"Saya jujur aja ya Pak, saya agak kecewa Pak membaca surat yang baru kami terima pagi ini. Sebetulnya kalau didelegasikan sih nggak ada masalah tapi alasannya juga tidak ada Pak. Jadi saya sepertinya sependapat dengan pendapat beberapa anggota yang disampaikan pada pagi hari ini dan sebagai pimpinan rapat saya rasa kita tunda dulu ya rapatnya sampai ada kejelasan rapat berikutnya dari Pak Kepala kita bisa hadir di Komisi IX DPR," katanya.

Menurut Charles, setidaknya ketika Kepala BP2MI tidak dapat hadir, maka ada alasan tertentu yang dijelaskan ke Komisi IX. Sayangnya tidak ada alasan yang jelas.

Lalu Charles membacakan isi surat Kepala BP2MI yang disampaikan ke Komisi IX DPR.

"Saya bacakan ya surat dari Kepala BP2MI, Kepala BP2MI hanya menunjuk Bapak Inspektur Jenderal Ahmad Kartiko. Itu saja, tidak ada alasan ketidakhadiran karena apa ya," tutur Charles.

"Jadi saya sebagai pimpinan rapat hari ini, kita tunda rapatnya sampai pada waktu yang kita tentukan kembali. Rapat kami tutup, terima kasih," katanya sembari menutup rapat.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
DPR Bersama Serikat...
DPR Bersama Serikat Pekerja IMPPI Bahas Penguatan Perlindungan PMI
846 Rumah Sakit Pemerintah...
846 Rumah Sakit Pemerintah Masih Minim Sarana dan Prasarana
Dukung Penghapusan Tunggakan...
Dukung Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto: Langkah Progresif
Penyakit Ancam Pengungsi,...
Penyakit Ancam Pengungsi, Kemenkes Diminta Kirim Nakes ke Lokasi Bencana
Kemenkes: Masih Ada...
Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
Rapat Kerja Komisi IX...
Rapat Kerja Komisi IX DPR Bahas Validasi Data PBI JKN bersama Tiga Menteri
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
Berita Terkini
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo, Refly: Untung Masih Sempat Salat Subuh, tapi Belum Mandi
Ade Darmawan Tanggapi...
Ade Darmawan Tanggapi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa: Memang Sudah Seharusnya
Protes Keras Penangkapan...
Protes Keras Penangkapan Roy Suryo-dr Tifa, Refly Harun: Keduanya Kooperatif Sejak Awal
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved