Kunjungi PBNU, Dubes Bosnia Sebut Gus Yahya sebagai Saudara
Selasa, 11 Januari 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Dubes Halil mengapresiasi Indonesia atas adanya Masjid Istiqlal yang dibangun berdampingan dengan Gereja Katedral. Hal ini menggambarkan bentuk moderatisme yang kuat di Indonesia.
Baca juga: Soal Gerakan Hidupkan Kembali Gus Dur, Begini Penjelasan Ketum PBNU Gus Yahya
Selanjutnya, Dubes Halil juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026. Sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada NU yang telah membuat program khusus untuk negaranya di sana. Ia berharap kerja sama dengan NU dapat terus ditingkatkan.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Cholil (Gus Yahya). Saya berharap beliau senantiasa diliputi kebaikan, terlebih dalam posisinya sebagai Ketum PBNU saat ini," tutur Halilović.
Gus Yahya menegaskan bahwa Bosnia Herzegovina merupakan negara yang paling kuat dalam menyuarakan kehidupan yang damai. "Kalau bicara tentang tatanan yang lebih memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai, paling kuat menyuarakan itu antara lain adalah Bosnia," kata Gus Yahya.
Baca juga: Soal Gerakan Hidupkan Kembali Gus Dur, Begini Penjelasan Ketum PBNU Gus Yahya
Selanjutnya, Dubes Halil juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026. Sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada NU yang telah membuat program khusus untuk negaranya di sana. Ia berharap kerja sama dengan NU dapat terus ditingkatkan.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Cholil (Gus Yahya). Saya berharap beliau senantiasa diliputi kebaikan, terlebih dalam posisinya sebagai Ketum PBNU saat ini," tutur Halilović.
Gus Yahya menegaskan bahwa Bosnia Herzegovina merupakan negara yang paling kuat dalam menyuarakan kehidupan yang damai. "Kalau bicara tentang tatanan yang lebih memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai, paling kuat menyuarakan itu antara lain adalah Bosnia," kata Gus Yahya.
(abd)
Lihat Juga :