Detik-detik Sintong Panjaitan Nyaris Dibunuh Suku Pedalaman Papua: Tombak Sudah di Depan Mata!
Selasa, 21 Desember 2021 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Michael bersama antropolog Belanda Rene Wassing dan dua pemandu lokal semula menumpang kano untuk membuat dokumenter suku Asmat. Namun kano terbalik dan mereka terapung di lautan. Michael memilih berenang ke tepi.
Ketika Rene berhasil disematkan keesokan harinya, keberadaan Michael tak pernah ditemukan. Pencarian baik dari udara maupun darat akhirnya menemukan potongan kakinya.
Atas dasar itulah, muncul rasa waswas ketika Sintong turut dilibatkan dalam operasi kemanusian di Lembah X tersebut. "Jangan-jangan nanti setelah mendarat saya dikeroyok oleh suku Lembah X, kemudian dimakan rame-rame," kata Sintong dalam buku tulisan Hendro Subroto 'Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando'.
Lembah X Tak Terjamah Manusia
Hari H penerjunan ke Lembah X ditentukan 2 Oktober 1969. Operasi dipimpin Kapten Inf Feisal Tanjung sebagia komandan tim. Sintong menjadi perwira operasi. Selain mereka terdapat lima personel Kopasshanda (kini Kopassus) lainnya yaitu Perwira Kesehatan Kapten cdm dr Bondan Haryono.
Kemudian, Perwira Sosial Budaya Capa Marwoto, Perwira Perhubungan Serma Suparmin dan Bintara Logistik Koptu Solichin. Di pihak NBC yakni Gaisseau sebagai sutradara merangkap juru kamera, Harvey de Meigrid sebagai juru kamera merangkap penulis naskah dan Nicholas Gaiesseau yang tak lain putra Pierre, sebagai asisten.
Penerjunan ke wilayah yang seolah 'tak terjamah manusia' itu dapat dikatakan kacau-balau. Embusan angin membuat seluruh personel Operasi 009 itu tak dapat mendarat di dropping zone (DZ) yang ditentukan. Begitu pula Sintong Panjaitan yang ternyata mendarat di tengah-tengah perkampungan suku pedalaman tersebut.
Ketika Rene berhasil disematkan keesokan harinya, keberadaan Michael tak pernah ditemukan. Pencarian baik dari udara maupun darat akhirnya menemukan potongan kakinya.
Atas dasar itulah, muncul rasa waswas ketika Sintong turut dilibatkan dalam operasi kemanusian di Lembah X tersebut. "Jangan-jangan nanti setelah mendarat saya dikeroyok oleh suku Lembah X, kemudian dimakan rame-rame," kata Sintong dalam buku tulisan Hendro Subroto 'Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando'.
Lembah X Tak Terjamah Manusia
Hari H penerjunan ke Lembah X ditentukan 2 Oktober 1969. Operasi dipimpin Kapten Inf Feisal Tanjung sebagia komandan tim. Sintong menjadi perwira operasi. Selain mereka terdapat lima personel Kopasshanda (kini Kopassus) lainnya yaitu Perwira Kesehatan Kapten cdm dr Bondan Haryono.
Kemudian, Perwira Sosial Budaya Capa Marwoto, Perwira Perhubungan Serma Suparmin dan Bintara Logistik Koptu Solichin. Di pihak NBC yakni Gaisseau sebagai sutradara merangkap juru kamera, Harvey de Meigrid sebagai juru kamera merangkap penulis naskah dan Nicholas Gaiesseau yang tak lain putra Pierre, sebagai asisten.
Penerjunan ke wilayah yang seolah 'tak terjamah manusia' itu dapat dikatakan kacau-balau. Embusan angin membuat seluruh personel Operasi 009 itu tak dapat mendarat di dropping zone (DZ) yang ditentukan. Begitu pula Sintong Panjaitan yang ternyata mendarat di tengah-tengah perkampungan suku pedalaman tersebut.
Lihat Juga :