Hadapi Bioterrorism, Ini Saran Siti Fadilah untuk Menhan sampai Panglima TNI
Selasa, 14 Desember 2021 - 11:27 WIB
loading...
Siti Fadilah Supari mendorong agar jajaran pemerintah mulai Kemenkes hingga panglima TNI untuk bergerak merumuskan strategi dalam perang asimetris. Foto/youtube AF Uncensored
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mencurigai apa yang disebut sebagai pandemi Covid-19 saat ini sebagai bioterrorism. Pelakunya bukanlah sebuah negara melainkan non-state actor. Sangat mungkin serangan yang sama bisa dilakukan lagi di masa depan.
Karena itu, dia meminta Indonesia bersiap menghadapi kemungkinan tersebut sehingga tidak gagap seperti terjadi pada saat serangan virus Corona. Salah satu persiapan itu adalah melakukan riset virus. ”Indonesia ini kaya virus, sangat banyak. Dan itu adalah kekuatan,” ujar Siti Fadilah dalam video youtube Akbar Faizal, dikutip Selasa (14/12/2021).
Baca juga: Siti Fadilah Ungkap Keganasan Varian Omicron
Untuk sampai ke sana, dia menyarankan agar jajaran pemerintah mulai menko polhukam, sampai panglima TNI bisa berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah stretegis.
”Saya tidak tahu apakah kementerian pertahanan dengan kementerian kesehatan bekerja sama berpikir mengembangkan sesuatu untuk menghadapi bioweapon. Tetapi itu harus dilakukan. Menteri pertahanan, BIN, menko polhukam, terus panglima TNI, itu harus bergerak dalam satu barisan dan memahami apa yang sedang terjadi,” ujar menteri era Presiden SBY tersebut.
Baca juga: Pendekatan Panglima TNI Atasi Konflik Papua Diapresiasi Kepala Suku dan PB HMI
Sebelumnya, Siti Fadilah berpendapat bahwa virus Corona adalah bioweapon. Pendapatnya itu didasarkan pada alasan bahwa International Health Regulation yang menjadi pedoman WHO mengatur bahwa pandemi harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Karena itu, dia meminta Indonesia bersiap menghadapi kemungkinan tersebut sehingga tidak gagap seperti terjadi pada saat serangan virus Corona. Salah satu persiapan itu adalah melakukan riset virus. ”Indonesia ini kaya virus, sangat banyak. Dan itu adalah kekuatan,” ujar Siti Fadilah dalam video youtube Akbar Faizal, dikutip Selasa (14/12/2021).
Baca juga: Siti Fadilah Ungkap Keganasan Varian Omicron
Untuk sampai ke sana, dia menyarankan agar jajaran pemerintah mulai menko polhukam, sampai panglima TNI bisa berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah stretegis.
”Saya tidak tahu apakah kementerian pertahanan dengan kementerian kesehatan bekerja sama berpikir mengembangkan sesuatu untuk menghadapi bioweapon. Tetapi itu harus dilakukan. Menteri pertahanan, BIN, menko polhukam, terus panglima TNI, itu harus bergerak dalam satu barisan dan memahami apa yang sedang terjadi,” ujar menteri era Presiden SBY tersebut.
Baca juga: Pendekatan Panglima TNI Atasi Konflik Papua Diapresiasi Kepala Suku dan PB HMI
Sebelumnya, Siti Fadilah berpendapat bahwa virus Corona adalah bioweapon. Pendapatnya itu didasarkan pada alasan bahwa International Health Regulation yang menjadi pedoman WHO mengatur bahwa pandemi harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Lihat Juga :