Beri Efek Jera, PAN Minta Kebiri Guru yang Cabuli Belasan Santri di Bandung

Jum'at, 10 Desember 2021 - 06:51 WIB
loading...
Beri Efek Jera, PAN...
Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN, Yandri Susanto mengecam keras tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang guru di salah satu pesantren berinisial HW (36) terhadap 12 santriwati di Cibiru, Bandung, Jabar. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN, Yandri Susanto mengecam keras tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang guru di salah satu pesantren berinisial HW (36) terhadap 12 santriwati di Cibiru, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dia pun meminta diberi tindakan tegas berupa hukuman kebiri .

"Pasti kita kecam sekeras-kerasnya dan itu tindakan yang keji dan kejam. Oleh karena itu, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," ujar Yandri kepada wartawan dikutip Jumat (10/12/2021). Baca juga: Terungkap! Guru Cabul Catut Bantuan dan Eksploitasi Santriwati Pesantren demi Keuntungan Pribadi

Wakil Ketua Umum DPP PAM ini menilai pelaku perlu diganjar dengan hukuman kebiri agar menimbulkan efek jera. Karena pelaku telah berbuat sadis dengan melakukannya secara berulang-ulang kepada belasan korban.

"Perlu (dikebiri), sebagai tindakan untuk efek jera itu bagus. Perlu, karena ini kan kejahatan yang sangat sadar dia lakukan dan karena berulang-ulang, banyak korbannya, dilakukan di beberapa tempat. Jadi ini sangat sadis ini," desaknya.

Menurut Yandri, sanksi kebiri ini penting agar menjadi pesan khusus bagi para paedofilia dan juga pelaku kekerasan seksual di luar sana bahwa perbuatan mereka akan diganjar dengan sanksi yang sangat berat.

"Supaya menjadi pesan khusus kepada para paedofil atau pelaku kekerasan seksual untuk hati-hati bawa ancamannya sangat berat, dan itu harus dikasih contoh dulu. Boleh ini dihukum seberat-beratnya, termasuk dikebiri," tegasnya.

Selain itu, Legislator Dapil Banten II ini melihat bahwa para korban juga harus direhabilitasi. Sehingga mereka bisa kembali hidup dengan normal.

"Para korban mohon direhabilitasi mentalnya sehingga bisa kembali hidup normal," pintanya.

Lebih dari itu, Yandri menambahkan bahwa insiden ini perlu menjadi pelajaran paling berharga bagi semua pihak, sebagai pemerintah, atau DPR, atau masyarakat, termasuk dari kalangan pimpinan pesantren agar bisa memberikan bimbingan khusus terkait dengan kekerasan seksual. Aparat penegak hukum juga perlu mengungkap modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya ini.

"Dengan momentum ini perlu adanya semacam konseling atau pendidikan tentang kekerasan seksual di pondok pesantren," usulnya. Baca juga: Modus Iming-imingi Jadi Polwan, Guru Pesantren Ini Bebas Cabuli 12 Santri

"Karena ini sangat membuat kita terkejut. Bagaimana bisa seorang kiai itu bisa menghamili banyak orang. Dan yang saya baca itu sudah ada korban yang beberapa melahirkan. Nah, ini ada apa, perlu digali, bagaimana modus operasinya sehingga bisa berulang-ulang," pungkas mantan Ketua Umum Barisan Muda PAN ini.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Dorong JK ke Istana...
PAN Dorong JK ke Istana dan Sampaikan Langsung Kritik di Depan Prabowo
Sikapi Perang AS-Israel...
Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026
PAN Pastikan Bakal Dukung...
PAN Pastikan Bakal Dukung Prabowo pada Pilpres 2029
Banjir Marak, Komisi...
Banjir Marak, Komisi VIII DPR Minta Baznas Perluas Bantuan Korban Terdampak
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Hidayat Nur Wahid Apresiasi...
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026
Rekomendasi
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved