Pulihkan Wilayah Terdampak Bencana, Sandiaga Bentuk Tim Manajemen Krisis
Rabu, 01 Desember 2021 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kami bersama pemda setempat akan fokus dalam upaya mitigasi dan kami akan mendata berapa besar dampaknya kepada aksesibilitas, amenitas, dan atraksi di destiansi-destinasi wisata. Karena Kota Batu ini juga merupakan andalan dari pariwisata dan penciptaan lapangan kerja, maka hasil dari mitigasi tersebut akan kita tuangkan dalam rencana aksi untuk pemulihan," jelas dia.
Sandiaga menyebutkan, melalui langkah koordinasi dan eksekusi, wisata berbasis edukasi kebencanaan bisa diwujudkan seperti di beberapa tempat. Sebelumnya, di Aceh sudah ada Kapal Apung atau PLTD yang merupakan warisan Tsunami tahun 2004.
"Hal seperti itu bisa digunakan sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan bencana. Karena Indonesia berada pada Ring of Fire, dengan perubahan iklim. Tentunya kami mengantisipasi cuaca ekstrim untuk tidak semakin terdampak langsung pada penyelenggaraan kepariwisataan dan ekonomi kreatif," jelasnya.
Sandiaga juga berencana membuat MoU dengan BMKG untuk bersama melakukan pendekatan antisipasi kepada masyaratakat dalam menghadapi bencana. Hingga saat ini, Kemenparekraf telah berkordinasi dengan pemerintah Kota Batu untuk bergerak mempercepat penyaluran bantuan melalui Geber (Gerak Bersama Parekraf Peduli).
"Bekerja sama dengan BMKG, kami akan menuangkan MoU-nya agar kita bisa melakukan pendekatan, yaitu bagaimana masyarakat bisa mengantisipasi kejadian bencana. Terkait banjir, laporan yang kami terima, langkah komunikasi ini sudah kami lakukan untuk bisa menyentuh beberapa pelaku parekraf yang terdampak banjir di Kota Wisata Batu ini," jelas Sandiaga.
Sandiaga menyebutkan, melalui langkah koordinasi dan eksekusi, wisata berbasis edukasi kebencanaan bisa diwujudkan seperti di beberapa tempat. Sebelumnya, di Aceh sudah ada Kapal Apung atau PLTD yang merupakan warisan Tsunami tahun 2004.
"Hal seperti itu bisa digunakan sebagai sarana mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan bencana. Karena Indonesia berada pada Ring of Fire, dengan perubahan iklim. Tentunya kami mengantisipasi cuaca ekstrim untuk tidak semakin terdampak langsung pada penyelenggaraan kepariwisataan dan ekonomi kreatif," jelasnya.
Sandiaga juga berencana membuat MoU dengan BMKG untuk bersama melakukan pendekatan antisipasi kepada masyaratakat dalam menghadapi bencana. Hingga saat ini, Kemenparekraf telah berkordinasi dengan pemerintah Kota Batu untuk bergerak mempercepat penyaluran bantuan melalui Geber (Gerak Bersama Parekraf Peduli).
"Bekerja sama dengan BMKG, kami akan menuangkan MoU-nya agar kita bisa melakukan pendekatan, yaitu bagaimana masyarakat bisa mengantisipasi kejadian bencana. Terkait banjir, laporan yang kami terima, langkah komunikasi ini sudah kami lakukan untuk bisa menyentuh beberapa pelaku parekraf yang terdampak banjir di Kota Wisata Batu ini," jelas Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :