Mengerikan, Ini Kekuatan Militer di Bawah Kendali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman

Jum'at, 19 November 2021 - 16:49 WIB
loading...
Mengerikan, Ini Kekuatan...
Pasukan Kostrad menjadi salah satu bagian dari kekuatan militer yang dimiliki TNI AD di bawah kendali KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD ). Rencananya serah terima jabatan KSAD dari Jenderal TNI Andika Perkasa ke Dudung akan dilaksanakan, Jumat (19/11/2021) sore.

"(Sertijab) 19 November jam empat sore," kata Dudung selepas dilantik Presiden Jokowi menjadi KSAD di Istana Negara, Rabu (17/11/2021).

KSAD bukanlah jabatan ecek-ecek. Sang jenderal membawahi lebih dari 200.000 personel yang terbagi dalam tiga kekuatan. Masing-masing kekuatan Terpusat, Kekuatan Kewilayahan, dan Kekuatan Badan Pelaksana Pusat.

Baca juga: Sertijab KSAD Digelar Tertutup Sore Nanti

Kekuatan Terpusat TNI AD ada dua, yakni Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kostrad memiliki tiga divisi satuan tempur, 20 batalion infanteri, dan 17 batalian lainnya. Sedangkan Kopassus mempunyai 4 grup tempur dan 1 grup pendidikan.

Kekuatan kedua di bawah KSAD adalah Kekuatan Kewilayahan. Terdiri dari 15 Komando Daerah Militer (Kodam), 45 Komando Resort Militer (Korem), 274 Komando Distrik Militer (Kodim), dan 97 batalion.

Adapun Kekuatan Badan Pelaksana Pusat terdiri dari 1 Resimen Zeni Konstruksi, 5 Skadron Penerbang TNI AD, dan 5 batalion lainnya.

Mengerikan, Ini Kekuatan Militer di Bawah Kendali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman


Itu baru kekuatan personelnya. Belum alat utama sistem persenjatan (alutsista)-nya. Mengutip dari data terbaru Global Fire Power, TNI AD memiliki 332 tank, 1.430 kendaraan lapis baja, 153 artileri swa-gerak (kendaraan artileri yang memiliki mobilitas tinggi), 366 artileri tarik, 63 peluncur roket.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki

Sebagai kekuatan utama dan garda paling depan dalam hal persenjataan darat, tank yang dimiliki Indonesia berada di peringkat 46, merujuk pada peringkat GFP. Posisi tersebut tepat di bawah Argentina dan di atas Spanyol.

Sebagai KSAD, Jenderal TNI Dudung Abdurachman dinilai akan sanggup mengelola kekuatan yang begitu besar. Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai, Dudung merupakan perwira tinggi (pati) yang memiliki kemampuan baik dalam menghadapi peperangan hibrida. Di mana yang bersangkutan mampu membaca ancaman radikalisme maupun separatisme.

"Secara ideal KSAD diharapkan memiliki kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal. juga pengetahuan intelijen serta cukup memahami perkembangan teknologi pertahanan baru termasuk siber," katanya kepada SINDOnews, Rabu (17/11/2021).

Mengerikan, Ini Kekuatan Militer di Bawah Kendali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman


Namun, mantan anggota Komisi I DPR ini juga mengingatkan bahwa KSAD harus mampu membangun TNI yang bisa melaksanakan interoperabilitas dan mampu meningkatkan kualitas prajurit TNI dalam menghadapi perang siber. Termasuk mengawaki teknologi militer terkini seperti pemanfaatan unmanned system baik berupa robot maupun Artificial Intelligent (AI), dan cyber defence juga memahami perkembangan lingkungan strategis pada tataran global dan regional.

"Sebagai KSAD (Dudung Abdurachman) harus piawai menyesuaikan rencana strategisnya dengan visi misi Panglima TNI. Siap menerapkan TNI Adalah Kita sehingga TNI AD menjadi institusi yang bisa turut menyelesaikan masalah radikalisme dan separatisme dengan cara yang tidak memberlakukan metode militeristik penuh, piawai dalam komunikasi antarbudaya serta memiliki kemampuan kognitif yang bagus," katanya.

Mengerikan, Ini Kekuatan Militer di Bawah Kendali KSAD Jenderal Dudung Abdurachman
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Dudung Ungkap Alasan...
Dudung Ungkap Alasan Dadan Dicopot karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Sosok Ryamizard Ryacudu...
Sosok Ryamizard Ryacudu di Mata Dudung Abdurachman: Prajurit Pejuang
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Berita Terkini
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved