Bantu Petani, LBH HKTI Teken MoU dengan Mabes Polri

Jum'at, 19 November 2021 - 02:01 WIB
loading...
Bantu Petani, LBH HKTI...
Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (LBH HKTI) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Mabes Polri. Foto: SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A A A
JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (LBH HKTI ) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Mabes Polri . Banyaknya masalah yang dihadapi petani sehingga membutuhkan pendampingan hukum, penyuluhan dan lain sebagainya.

"Yang ingin dicapai melalui MoU antara LBH HKTI dengan Mabes Polri adalah sinergi ini akan jadi suatu momentum yang nantinya kalau para petani ada urusan ke Polres dan Polda, rekan-rekan penyidik responsnya akan semakin cepat dan tanggap untuk membantu masyarakat petani Indonesia. Ini sesuai dengan konsep PRESISI yang digaungkan oleh Kapolri," kata Ketua LBH HKTI Apriansyah di Jakarta, Kamis 18 November 2021. Baca juga: Blusukan ke Daerah, Bos OJK Temui Petani Sereh dan Cicipi Wingko Porang

Sementara itu, Kabag Pakat Kerma Rokerma KL Sops Polri Kombes Pol Heri Heryandi menuturkan, pada prinsipnya pihak Polri menyambut baik penandatanganan MoU dengan HKTI. MoU ini merupakan naskah induk yang akan menjadi payung hukum ke depan dalam pelaksanaan tugas nantinya dan segera ditindaklanjuti dengan yang lebih teknis lagi melalui Perjanjian Kerjas Sama (PKS).

"Jadi kita mengharapkan dengan adanya nota kesepahaman ini antara kami dari Polri dan juga HKTI terjalin hubungan yang baik di lapangan tentunya. Terutama yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat kita, di lingkungan tani, masyarakat tani Indonesia," kata Heri.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Apriansyah selaku Ketua LBH HKTI dan Kombes Pol Heri Heryandi selaku Kabag Pakat Kerma Rokerma KL Sops Polri di

Apriansyah mengatakan bahwa pihaknya sebagai mitra strategis pemerintah, selama ini sudah banyak membantu masyarakat petani Indonesia dengan turun langsung ke lapangan.

Mereka menemukan masih banyak masalah yang dihadapi oleh para petani sehingga membutuhkan jembatan berupa pendampingan hukum, penyuluhan dan lain sebagainya.



"Yang ingin dicapai melalui MoU antara LBH HKTI dengan Mabes Polri adalah sinergi ini akan jadi suatu momentum yang nantinya kalau para petani ada urusan ke Polres dan Polda, rekan-rekan penyidik responnya akan semakin cepat dan tanggap untuk membantu masyarakat petani Indonesia. Ini sesuai dengan konsep PRESISI yang digaungkan oleh Kapolri," ujar Ketua LBH HKTI, Apriansyah.

Sementara itu, Kombes Pol Heri Heryandi menuturkan pada prinsipnya dari pihak Polri menyambut baik penandatanganan MoU dengan HKTI. MoU ini merupakan naskah induk yang akan menjadi payung hukum ke depan dalam pelaksanaan tugas nantinya dan segera ditindaklanjuti dengan yang lebih teknis lagi melalui Perjanjian Kerjas Sama (PKS).

"Jadi kita mengharapkan dengan adanya nota kesepahaman ini antara kami dari Polri dan juga HKTI terjalin hubungan yang baik di lapangan tentunya. Terutama yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat kita, di lingkungan tani, masyarakat tani Indonesia," kata Kabag Pakat Kerma Rokerma KL Sops Polri, Kombes Pol Heri Heryandi. Baca juga: BUMP Cilacap Diluncurkan, Gubernur Jateng: Keuntungan Petani Melimpah

Sebagai informasi, penandatanganan MoU antara LBH HKTI dengan Mabes Polri dihadiri oleh Apriansyah (Ketua LBH HKTI), Nurdin Muhammad (Sekjen LBH HKTI), Brigjen Pol (Purn) Roeslan Nicholas (Penasihat LBH HKTI), Muhammad Khadafy, Afifudin, Jaenudin, Musyafa Hariful, Herlina, Ety Syamsiatul, Gilang Cempaka, Syarifa Meutia, dan Lexyndo Hakim. Acara ini digelar di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 18 November 2021.

Adapun dari Mabes Polri dihadiri oleh perwakilan Bareskrim, Baintel, Baharkam, Dipkum, Setum dan Kombes Pol Heri Heryandi sebagai Kabag Pakat Kerma Rokerma KL Sops Polri.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Profil Kombes Pol M...
Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Kapolri Pimpin Pelantikan...
Kapolri Pimpin Pelantikan Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Rekomendasi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Dokter Jantung Ungkap...
Dokter Jantung Ungkap Plak Kolesterol Tak Bisa Hilang Meski Sudah Diet
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved