Covid-19 Delta Plus Masuk Malaysia, Pemerintah Buka Opsi Tambah Durasi Karantina

Senin, 08 November 2021 - 17:33 WIB
loading...
Covid-19 Delta Plus...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah membuka opsi untuk meningkatkan lagi durasi karantina bagi pelaku perjalanan internasional. Sebab, varian Covid-19 Delta Plus AY.4.2 asal Inggris sudah masuk Malaysia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembukaan opsi menaikkan lagi durasi karantina bagi orang yang hendak masuk ke Indonesia bukanlah kebijakan yang tidak konsisten. Dia menjelaskan, perubahan itu terjadi akibat perilaku virus Covid-19 yang juga berubah-ubah.

"Itu dari Inggris masuk ke Malaysia varian Delta AY.4.2, dan ini menurut saya harus kita waspadai. Bukan tidak mungkin nanti kalau orang datang dari luar kita bisa lakukan, mungkin karantina naik jadi tujuh hari, ini juga tidak tutup kemungkinannya," kata Luhut usai ratas dengan Presiden Jokowi secara virtual, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 Menurun, Luhut Bicara tentang Pemakaman

Durasi karantina bagi pelaku perjalanan internasional saat ini telah dipangkas pemerintah menjadi tiga hari. Luhut tak ingin pemerintah dianggap tidak konsisten dalam kebijakan ini.

"Jadi jangan ini dikatakan bolak balik, tidak sama sekali, kita sangat hati-hati di sini, saya ingin menyampaikan proses pengambilan keputusan itu sains dan art, data dan kemudian kita membaca data itu,” katanya.

Terlebih, pemerintah telah memiliki pengalaman yang cukup. “Kami sangat confidence, kami cukup jernih melihat ini, jadi mohon teman-teman di luar jangan berpikir pemerintah tak konsisten, kami konsisten, yang tidak konsisten itu penyakitnya," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Lembaga Riset Bereaksi...
Lembaga Riset Bereaksi Atas Pernyataan Luhut Soal Kritikan Pengamat Tanpa Data Akurat
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Serahkan Bukti ke Polisi
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved