Kekuatan Militer Indonesia di Mata Dunia: Jumlah Personel hingga Alutsista yang Dimiliki
Selasa, 05 Oktober 2021 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2021 ini, Indonesia duduk dengan tenang di peringkat 10 kekuatan Angkatan Laut dengan jumlah total kapal sebanyak 282 buah, dengan rincian tujuh kapal fregat, 24 kapal korvet, lima kapal selam, 179 kapal patroli, dan 10 kapal penyapu ranjau. Posisi Indonesia berada di bawah Thailand dengan jumlah total aset keamanan Angkatan Laut mencapai 291 buah.
Kekuatan pertahanan udara Indonesia terdiri dari 41 pesawat tempur, 38 pesawat serang udara, 109 pesawat latih, 64 pesawat angkut, 17 pesawat intai dan misi khusus, 1 pesawat tanker, 188 helikopter, dan 15 helikopter tempur. Dengan total 458 aset, Indonesia berada di peringkat 28 negara dengan aset udara terbanyak, dengan posisi tepat di bawah Suriah dan di atas Kolombia.
Dalam hal luas wilayah, Indonesia cukup diuntungkan dengan wilayah yang luas. Namun, hal ini juga membutuhkan perhatian dan pertahanan yang baik-baik dari segi kenyamanan dan keamanan setiap daerah. Dibutuhkan aset keamanan yang tidak sedikit untuk menjaga setiap sisi wilayah.
Karena itu, sejak 2007, Presiden Indonesia pada masa itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat program prioritas Kementerian Pertahanan dengan mengejar minimum essential force (MEF) atau kekuatan pokok minimum persenjataan TNI. Baca juga: HUT ke-76 TNI Diperingati di Istana Pagi Ini, Upacara hingga Pameran Alutsista
Jika berjalan sesuai rencana, program ini akan rampung pada 2024, dengan rincian tahap sebagai berikut; MEF I (2010-2014), MEF II (2015-2019), dan MEF III (2020-2024). Untuk menunjang keberlangsungan program tersebut di atas, diperlukan dana sebesar kurang lebih Rp137 triliun.
Kekuatan pertahanan udara Indonesia terdiri dari 41 pesawat tempur, 38 pesawat serang udara, 109 pesawat latih, 64 pesawat angkut, 17 pesawat intai dan misi khusus, 1 pesawat tanker, 188 helikopter, dan 15 helikopter tempur. Dengan total 458 aset, Indonesia berada di peringkat 28 negara dengan aset udara terbanyak, dengan posisi tepat di bawah Suriah dan di atas Kolombia.
Dalam hal luas wilayah, Indonesia cukup diuntungkan dengan wilayah yang luas. Namun, hal ini juga membutuhkan perhatian dan pertahanan yang baik-baik dari segi kenyamanan dan keamanan setiap daerah. Dibutuhkan aset keamanan yang tidak sedikit untuk menjaga setiap sisi wilayah.
Karena itu, sejak 2007, Presiden Indonesia pada masa itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat program prioritas Kementerian Pertahanan dengan mengejar minimum essential force (MEF) atau kekuatan pokok minimum persenjataan TNI. Baca juga: HUT ke-76 TNI Diperingati di Istana Pagi Ini, Upacara hingga Pameran Alutsista
Jika berjalan sesuai rencana, program ini akan rampung pada 2024, dengan rincian tahap sebagai berikut; MEF I (2010-2014), MEF II (2015-2019), dan MEF III (2020-2024). Untuk menunjang keberlangsungan program tersebut di atas, diperlukan dana sebesar kurang lebih Rp137 triliun.
(kri)
Lihat Juga :