Beredar Flyer Saatnya yang Muda Pimpin PBNU

loading...
Beredar Flyer Saatnya yang Muda Pimpin PBNU
Beredar flyer digital sejumlah tokoh bakal calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Foto/Ist
JAKARTA - Beredar flyer digital sejumlah tokoh bakal calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ). Ada delapan tokoh yang ditunjukkan dalam flyer bertuliskan “Sekarang Waktunya yang muda jadi Ketum PBNU”.

Sejumlah tokoh itu adalah Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI KH Cholil Nafis , Politikus Golkar Nusron Wahid , Politikus PKB Maman Imanulhaq, Pimpinan DPR Muhaimin Iskandar , Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi, Pengasuh Pesantren Asrama Pelajar Islam Tegalrejo KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) dan Kiai muda dari Pesantren Al Falah Ploso Kediri KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar).

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo menilai Cholil Nafis sudah mumpuni sebagai kiai haji. “Sedangkan yang lain kan masih gus-gus gitu. Saya pikir NU punya kriterianya sendiri untuk bagaimana menentukan ketua yang baik dan saya percaya kepada NU untuk bisa memilih dengan baik,” kata Kunto kepada SINDOnews, Kamis (23/9/2021).

Selain itu, dia juga menilai Maman, Nusron dan Fahrur Rozi cukup memiliki peluang. “Muktamar yang diusulkan dan segera dilakukan menurut saya itu akan lebih baik, karena penyegaran NU sendiri gitu kan, dan di sana nama-namanya kebanyakan ini nama-nama anak muda, nama-nama yang cukup fresh, dan menurut saya bisa membawa NU menghadapi tantangan zaman ini terutama berbenturan dengan Islam yang lebih keras, yang lebih mampu menggunakan teknologi informasi dan lebih dekat anak-anak muda,” katanya.



Baca juga: Kiai Sepuh Bertemu di Lirboyo, Minta Muktamar NU Digelar Tahun Ini

Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam menilai sejumlah tokoh dalam flyer itu tergolong para Kiai muda NU yang akan lebih siap untuk memimpin PBNU sekitar satu dekade ke depan. “Sebagai kekuatan masyarakat sipil berbasis Islam terbesar di Indonesia (Islamic-based civil society), PBNU patut dipimpin oleh para Kiai yang berlevel Alim Allamah, mampu mengayomi seluruh elemen umat Islam Indonesia, memahami betul spirit Khittah Nahdlatul Ulama tahun 1926, dan bisa menjadi rujukan kredibel dalam wacana serta kajian ke-Islaman Nusantara dan dunia internasional,” katanya.

Dia pun mengungkapkan hasil survei Indostrategic pada periode 23 Maret- 5 April 2021. “KH Marzuki Mustamar berada di peringkat pertama dengan dukungan sekitar 24,7%, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah (22,2%), lalu KH Said Aqil Siradj (14,8%),” kata Khoirul.

Kemudian, KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha (12,4%), KH Yahya Cholil Staquf (3,7%), KH Marsyudi Syuhud (1,2%), KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan (1,2%), KH Ali Maschan Moesa (1,2%). Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imdadun Rahmat belum bisa memberikan komentarnya mengenai flyer yang beredar itu. “Saya masih rapat,” kata Imdadun.
(rca)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top