Reuni Taruna Seangkatan, Panglima TNI Kenang Dihukum Pakai Helm Tanpa Bagian Dalam
Senin, 20 September 2021 - 15:56 WIB
loading...
Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengenakkan helm dan senjata yang dia gunakan sewaktu menjadi taruna Akmil Magelang dulu. Foto/puspen tni
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengenang kembali masa-masa indah saat masih menjadi taruna akademi TNI. Hal ini disampaikan Hadi dalam reuni 35 Tahun pengabdian Adem 86 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Senin (20/9/2021).
“Kita masih sama-sama ingat saat pendaftaran Catar (Calon Taruna), saat mengikuti seleksi di Lembah Tidar ini. Bagaimana ada kawan yang tidak lulus maupun ada yang lulus masuk Akademi, namun tidak seperti yang mereka cita-citakan,” kata Hadi dikutip dari siaran pers yang diterima Senin (20/9/2021). .
![Reuni Taruna Seangkatan, Panglima TNI Kenang Dihukum Pakai Helm Tanpa Bagian Dalam]()
Hadi menyapa rekan sesama angkatan saat menjadi taruna Akmil Magelang dalam acara reuni. Foto/puspen tni
Bagi Hadi dan rekan seangkatannya, Adem 86 atau Ikatan Alumni Akabri 86 merupakan kisah panjang 39 tahun yang lalu saat memulai kehidupan Taruna pada tahun 1982 yang sangat indah untuk dikenang.
“Banyak tempat yang menyimpan kenangan di Akademi Militer. Kali Baben di Akmil telah merendam Perwira TNI-Polri tidak terbilang jumlahnya. Gunung Tidar dan sekitarnya serta masyarakat Magelang dan sekitarnya yang begitu perhatian saat taruna melaksanakan latihan,” ungkap Hadi dalam acara yang dihadiri perwakilan TNI-Polri dan diikuti secara Virtual oleh peserta lainnya tersebut.
Baca juga: DPR Ungkap Dua Calon Kuat Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto
Dia teringat kejadian-kejadian lucu saat menjadi taruna, salah satunya penglamannya dengan senjata. Lantaran belum pernah memegang senjata, pertama kali setelah diberikan untuk dibersihkan, Hadi pn mengutak-atiknya. Tapi apa yang terjadi? Tangan Hadi malah terjepit.
Para taruna juga tak jarang dihukum untuk mengenakan helm khusus. “Dulu sering kita juga dihukum karena kesalahan sehingga tidak boleh menggunakan dalaman helm, hanya helm luarnya saja Jadi kalau lari helm tidak stabil lari kanan kiri,” terang Hadi tersenyum bernostalgia.
Hadi pun menyempatkan diri memakai helm dengan nomor Akademi 335 sesuai dengan helm yang dulu dikenakan serta menyandang senjata yang dulu digunakannya sebagai taruna.
Baca juga: Soal Pergantian Panglima TNI, Peneliti PUSaKO: Pengganti Hadi Tjahjanto Harus Miliki 4 Kriteria Ini
Itulah sebagian kenangan yang selalu diingat Hadi dan rekan seangkatannya. Saat ini sebagian keluarga besar Adem 86 telah memasuki masa purna. Hadi tak lupa meminta doa agar dia bisa menyelesaikan tugas dengan baik.
“Saya juga menyampaikan mohon doa restu rekan-rekan semua agar Adem 86 yang masih aktif dapat menyelesaikan tugas pengabdian ini dengan baik, aman dan lancar sampai akhir masa bhakti kami di TNI dan Polri,” ujar Hadi yang tak lama lagi memasuki masa pensiun ini.
Meskipun akan pensiun, Hadi mengaku bukan berarti semuanya berhenti. Dia menguti pernyataan Mc Arthur, Old soldiers never die, they just fade away yang berarti prajurit tua tidak pernah mati, mereka hanya undur diri.
“Kita masih sama-sama ingat saat pendaftaran Catar (Calon Taruna), saat mengikuti seleksi di Lembah Tidar ini. Bagaimana ada kawan yang tidak lulus maupun ada yang lulus masuk Akademi, namun tidak seperti yang mereka cita-citakan,” kata Hadi dikutip dari siaran pers yang diterima Senin (20/9/2021). .

Hadi menyapa rekan sesama angkatan saat menjadi taruna Akmil Magelang dalam acara reuni. Foto/puspen tni
Bagi Hadi dan rekan seangkatannya, Adem 86 atau Ikatan Alumni Akabri 86 merupakan kisah panjang 39 tahun yang lalu saat memulai kehidupan Taruna pada tahun 1982 yang sangat indah untuk dikenang.
“Banyak tempat yang menyimpan kenangan di Akademi Militer. Kali Baben di Akmil telah merendam Perwira TNI-Polri tidak terbilang jumlahnya. Gunung Tidar dan sekitarnya serta masyarakat Magelang dan sekitarnya yang begitu perhatian saat taruna melaksanakan latihan,” ungkap Hadi dalam acara yang dihadiri perwakilan TNI-Polri dan diikuti secara Virtual oleh peserta lainnya tersebut.
Baca juga: DPR Ungkap Dua Calon Kuat Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto
Dia teringat kejadian-kejadian lucu saat menjadi taruna, salah satunya penglamannya dengan senjata. Lantaran belum pernah memegang senjata, pertama kali setelah diberikan untuk dibersihkan, Hadi pn mengutak-atiknya. Tapi apa yang terjadi? Tangan Hadi malah terjepit.
Para taruna juga tak jarang dihukum untuk mengenakan helm khusus. “Dulu sering kita juga dihukum karena kesalahan sehingga tidak boleh menggunakan dalaman helm, hanya helm luarnya saja Jadi kalau lari helm tidak stabil lari kanan kiri,” terang Hadi tersenyum bernostalgia.
Hadi pun menyempatkan diri memakai helm dengan nomor Akademi 335 sesuai dengan helm yang dulu dikenakan serta menyandang senjata yang dulu digunakannya sebagai taruna.
Baca juga: Soal Pergantian Panglima TNI, Peneliti PUSaKO: Pengganti Hadi Tjahjanto Harus Miliki 4 Kriteria Ini
Itulah sebagian kenangan yang selalu diingat Hadi dan rekan seangkatannya. Saat ini sebagian keluarga besar Adem 86 telah memasuki masa purna. Hadi tak lupa meminta doa agar dia bisa menyelesaikan tugas dengan baik.
“Saya juga menyampaikan mohon doa restu rekan-rekan semua agar Adem 86 yang masih aktif dapat menyelesaikan tugas pengabdian ini dengan baik, aman dan lancar sampai akhir masa bhakti kami di TNI dan Polri,” ujar Hadi yang tak lama lagi memasuki masa pensiun ini.
Meskipun akan pensiun, Hadi mengaku bukan berarti semuanya berhenti. Dia menguti pernyataan Mc Arthur, Old soldiers never die, they just fade away yang berarti prajurit tua tidak pernah mati, mereka hanya undur diri.
(muh)
Lihat Juga :