BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi Hingga 6 Meter di Wilayah Ini
Kamis, 09 September 2021 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan selatan Jawa Timur-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte, Laut Sawu bagian selatan.
Samudera Hindia selatan Pulau Sumba-Pulau Rotte, Laut Natuna utara, Laut Flores bagian timur, perairan timur Kepulauan Wakatobi, perairan Menui Kendari bagian timur, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur, perairan Jayapura-Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua.
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di perairan Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai-Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten-Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Banten-NTB, perairan selatan Kepulauan Babar–Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
BMKG mengatakan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Baca juga: Beredar Kabar Megawati Masuk ICU, Wasekjen PDIP: Alhamdulillah Sehat-sehat Saja Kok
“Dan mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG.
Samudera Hindia selatan Pulau Sumba-Pulau Rotte, Laut Natuna utara, Laut Flores bagian timur, perairan timur Kepulauan Wakatobi, perairan Menui Kendari bagian timur, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Letti, perairan selatan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur, perairan Jayapura-Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua.
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di perairan Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai-Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten-Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Banten-NTB, perairan selatan Kepulauan Babar–Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
BMKG mengatakan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Baca juga: Beredar Kabar Megawati Masuk ICU, Wasekjen PDIP: Alhamdulillah Sehat-sehat Saja Kok
“Dan mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG.
(kri)
Lihat Juga :