Covid-19 Menurun, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Pembaharuan Data Kasus Aktif

Kamis, 09 September 2021 - 01:13 WIB
loading...
Covid-19 Menurun, Kemenkes...
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengigatkan agar sejumlah provinsi memperbaharui status kasus Covid-19 yang lebih dari 21 hari. Pasalnya, meski kasus Covid-19 menurun, masih banyak provinsi yang belum memperbaharui status kasus Covid-19 di wilayah masing-masing.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, secara nasional Indonesia sejatinya rata-rata telah berada pada situasi asesmen Level 2 saat ini, yang mana menurun dibandingkan pada Juli 2021 lalu ada di level 4. Saat ini, hanya ada 2 provinsi yang masih berstatus di level 4, yakni Bali dan Kalimantan Utara serta sisanya di level 3 dan 2.

"Kami ingatkan meski kasus Covid-19 menurun, masih banyak provinsi yang belum memperbaharui status kasusnya yang lebih dari 21 hari," kata Siti melalui siaran persnya di akun YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu, 8 September 2021 kemarin.

Menurutnya, itu terjadi karena adanya keterlambatan input data kematian dalam sistem melalui prosedur administrasi yang berjenjang. Sehingga, dibutuhkan mulai dari level RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga Dinas Dukcapil untuk menyatakan kondisi seseorang yang telah meninggal.

Belum lagi, kata dia, ada keterbatasan dari tenaga kesehatan untuk bisa langsung menginput laporan data kematian. Mengingat, tingginya beban kerja dalam menangani tingginya kasus aktif pada saat itu.

"Sebanyak 25,9% dari kasus aktif yang tercatat adalah kasus yang belum diperbaharui statusnya lebih dari 21 hari. Kemenkes tentunya telah melakukan berbagai evaluasi dan ke depan diharapkan RS maupun fasilitas kesehatan lainnya dapat langsung melaporkan data kematian pada Kemenkes sehingga keterlambatan pelaporan data ini dapat diminimalisir di kemudan hari," tuturnya.

Dia menerangkan, terkait kabar munculnya varian baru virus Covid-19 yang punya kemampuan penularan yang lebih tinggi atau punya kekebalan terhadap vaksin, Kemenkes dan sektor terkait selalu memantau pada kasus yang masuk ke Indonesia maupun melalui penularan lokal yang mungkin terjadi di Indonesia. Hingga kini, tak kurang dari 5.835 hasil sekuencing yang telah pihaknya laporkan, dari total itu 2.300 varian Delta yang ditemukan di 33 Provinsi Indonesia.

"Kita juga melakukan pemantauan semua varian yang muncul, baik itu varian concern, seperti Alfa Beta Gama dan Delta, maupun varian of interest, seperti varian Eta, Iota, Kapa, Lamda dan lainnya, termasuk variaun MU dan juga varian lokal yang mungkin muncul," terangnya.

Kemenkes, paparnya, terus berkoordinasi dengan petugas di pintu masuk negara untuk menyusun antisipasi pada varian yang dikatakan memiliki kekebalan atau efek pada vaksinasi. Pemerintah juga berupaya mencegah carian baru melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry, dan exit testing serta persyaratan vaksinasi.

"Kami terus berkoordinasi dengan WHO untuk terus memperbaharui informasi varian MU dan varian lainnya yang berpotensi menyebar di Indonesia," jelasnya. Baca: Hari Ini, Jumlah Positif Covid-19 di Tanah Air Bertambah 6.731 Kasus

Nadia menjabarkan, Kemenkes mencatatkan tren penurunan kasus konfirmasi dan kematian Covid-19 dalam 3-4 minggu terakhir. Secara nasional terjadi penurunan kasus sebesar 42 persen dibandingkan minggu sebelumnya, begitu juga angka kematian turun 29 persen dibandingkan sebelumnya.

Adapun pemeriksaan laboratorium yang merupakan kombinasi antara pemeriksaan PCR dan RDT Antigen, terangnya, mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Saat ini Indonesia mencatatkan testing rate mencapai 3,07 orang yang dites per 1.000 penduduk perminggu, yang mana itu angka 3 kali lipat dibandingkan standar WHO.

"Positivity rate saat ini di tingkat nasional sudah kurang 10 persen dan ini harus terus kita turunkan dan kita pertahankan dengan perkuat 5M 3T. Dari 34 Provinsi seluruhnya kini sudah mencapai minimal mencapai standar testing 1 orang di tes per 1.000 penduduk perminggu, positivity rate 14 provinsi mencatatkan sudah kurang dari 5 persen dan ini akan kita pamtau dan upayakan untuk provinsi lainnya mencapai angla di bawah 5 persen," katanya.

Dia menambahkan, terkait penggunaan tempat tidur, tak ada provinsi yang melaporkan BOR di atas 80 persen. Namun, masih perlu perhatian di beberapa provinsi yang masih punya insidensi atau angka kematian di level 3 dan 4 secara nasional.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Aktivis KontraS Andrie...
Aktivis KontraS Andrie Yunus Dirawat di RSCM, Kemenkes: Akan Kita Gratiskan
IHC Bersama RS Kemenkes...
IHC Bersama RS Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Peserta JKN Tembus 282,7...
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, Direktur BPJS Kesehatan: Masyarakat Kini Tak Takut Berobat
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved