Taifib-Kopaska, Dua Pasukan Khusus TNI AL Gelar Latgab Operasi Perebutan Objek Vital
Minggu, 22 Agustus 2021 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Stabo (Suspention Tactical Airbourne Operations) yaitu suatu teknik pemindahan pasukan lewat udara dengan menggunakan tali yang digantungkan pada helikopter dengan tujuan untuk melaksanakan eksfiltrasi dari suatu tempat dengan cepat. Beberapa teknik tersebut harus dilakukan oleh pasukan khusus yang sudah sangat terlatih karena dalam pelaksanaan suatu operasi sangat dibutuhkan kerahasiaan, kecepatan, kecermatan, ketelitian dan perhitungan yang tepat karena risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan pasukan maupun alutsista. Baca juga: KSAL Bersama Dankormar Resmikan RS Darurat Covid-19 di Pangkalan Marinir Surabaya
![Taifib-Kopaska, Dua Pasukan Khusus TNI AL Gelar Latgab Operasi Perebutan Objek Vital]()
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, tujuan Latopsdukpassusgab ini adalah untuk menguji kemampuan, keterampilan dan kesiapan pertempuran darat, laut dan udara prajurit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir dan Kopaska Koarmada TNI Angkatan Laut dalam rangka mendukung tugas pokok Kogab TNI. ”Perlu kita ketahui bahwa Intai Amfibi Marinir atau sering disebut Taifib dalah satuan elit dalam Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khusus (Special reconnaissance),” katanya.
Dahulu satuan ini dikenal dengan nama Komando Intai Para Amfibi (KIPAM). Untuk menjadi anggota Taifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk ke dalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.
Sedangkan Kopaska adalah Komando Pasukan Katak Angkatan Laut atau lebih dikenal dengan sebutan Puskopaskal adalah unit pasukan penyelam (Manusia katak) dan Peledakan (demolisi) dari TNI AL. Hadir dalam kegiatan peninjauan tersebut mulai dari Dankodiklatal Laksdya TNI Nurhidayat, Pejabat Utama Mabesal, Pangkotama TNI AL Wilayah Surabaya, Pejabat Utama Mako Kormar dan Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar).

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, tujuan Latopsdukpassusgab ini adalah untuk menguji kemampuan, keterampilan dan kesiapan pertempuran darat, laut dan udara prajurit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir dan Kopaska Koarmada TNI Angkatan Laut dalam rangka mendukung tugas pokok Kogab TNI. ”Perlu kita ketahui bahwa Intai Amfibi Marinir atau sering disebut Taifib dalah satuan elit dalam Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi (Amphibious reconnaissance) dan Pengintaian Khusus (Special reconnaissance),” katanya.
Dahulu satuan ini dikenal dengan nama Komando Intai Para Amfibi (KIPAM). Untuk menjadi anggota Taifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk ke dalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.
Sedangkan Kopaska adalah Komando Pasukan Katak Angkatan Laut atau lebih dikenal dengan sebutan Puskopaskal adalah unit pasukan penyelam (Manusia katak) dan Peledakan (demolisi) dari TNI AL. Hadir dalam kegiatan peninjauan tersebut mulai dari Dankodiklatal Laksdya TNI Nurhidayat, Pejabat Utama Mabesal, Pangkotama TNI AL Wilayah Surabaya, Pejabat Utama Mako Kormar dan Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar).
(cip)
Lihat Juga :