KH Said Aqil: Jangan Kehilangan Harapan pada Allah di Tengah Pandemi
Jum'at, 09 Juli 2021 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga menurutnya keadaan yang menimpa tidak lebih buruk dari potensi kerusakan yang lebih mungkin terjadi pada umat manusia. "Apa yang kita hadapi sekarang itu ringan sekali dari potensi kerusakan yang bisa kita alami sebenarnya. Di sinilah kita pentingnya menjaga roja atau harapan kepada rahmat Allah SWT. Saya menyampaikan ini supaya orang menjaga syukur di tengah pandemi, di tangah problem ekonomi dan problem sosial. Karena afdolul ibadah adalah berharap ada solusi dan jalan keluar," kata Gus Baha.
Sementara itu, Direktur Utama TVNU, sebagai penyelenggara istighotsah dan doa bersama mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka 'mengetuk pintu langit' dengan doa dan memohon ampun pada Allah. Dia mengatakan sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk memohon dan berhadap hanya pada Allah, dengan tanpa mengesampingkan pentingnya ikhtiar sebagai umat manusia. "Kami menggelar ini demi memohon keselamatan dari Allah untuk umat manusia. Sebab wabah ini telah menjadi musibah bagi siapapun di muka bumi," kata dia.
Ayi Fahmi menyatakan bahwa acara ini juga digelar untuk mendoakan para tenaga kesehatan yang telah berjuang untuk masyarakat luas. Secara khusus juga dia menyebut acara ini juga diperuntukkan untuk warga NU, para kiai dan umat Islam seluruhya, agar dilindungi Allah SWT.
Dia menyebut doa bersama sudah digelar selama 13 malam secara berturut-turut dan rencanya digelar hingga 15 Juli 2021. "Tapi mungkin jika seandainya kondisi masih seperti saat ini, wabah masih tinggi, shalawat Nariyah akan kami lanjutkan," kata dia.
Dia mengatakan acara ini terselenggara atas dukungan para ulama yang secara bergantian memimpin doa, memberi tausiyah dan membacakan shalawat. "Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan pada para kiai, habaib, dan ulama yang sudah meluangkan waktu untuk mengisi doa, tausiyah, baik di acara yang telah dilaksanakan maupun yang akan diselenggarakan di hari-hari mendatang," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama TVNU, sebagai penyelenggara istighotsah dan doa bersama mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka 'mengetuk pintu langit' dengan doa dan memohon ampun pada Allah. Dia mengatakan sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk memohon dan berhadap hanya pada Allah, dengan tanpa mengesampingkan pentingnya ikhtiar sebagai umat manusia. "Kami menggelar ini demi memohon keselamatan dari Allah untuk umat manusia. Sebab wabah ini telah menjadi musibah bagi siapapun di muka bumi," kata dia.
Ayi Fahmi menyatakan bahwa acara ini juga digelar untuk mendoakan para tenaga kesehatan yang telah berjuang untuk masyarakat luas. Secara khusus juga dia menyebut acara ini juga diperuntukkan untuk warga NU, para kiai dan umat Islam seluruhya, agar dilindungi Allah SWT.
Dia menyebut doa bersama sudah digelar selama 13 malam secara berturut-turut dan rencanya digelar hingga 15 Juli 2021. "Tapi mungkin jika seandainya kondisi masih seperti saat ini, wabah masih tinggi, shalawat Nariyah akan kami lanjutkan," kata dia.
Dia mengatakan acara ini terselenggara atas dukungan para ulama yang secara bergantian memimpin doa, memberi tausiyah dan membacakan shalawat. "Ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan pada para kiai, habaib, dan ulama yang sudah meluangkan waktu untuk mengisi doa, tausiyah, baik di acara yang telah dilaksanakan maupun yang akan diselenggarakan di hari-hari mendatang," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :