Jadi Garda Terdepan, Wilayah Perbatasan Harus Jadi Prioritas Pembangunan
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:21 WIB
loading...
Dansatgas TMMD 111 Letkol Czi Eko Pur Indriyanto bersama Tim Wasev Mabes TNI AD Pusterad, Kolonel Inf Raymond Power Simanjuntak di Desa Binusan Dalam. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Desa Binusan Dalam, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah perbatasan langsung antara negara Republik Indonesia dengan negara Malaysia, sudah seharusnya mendapat perhatian dari Pemerintah, terutama pembangunan yang mendukung infrastruktur desa.
Baca juga: Satgas Sebut Sasaran Program TMMD Berdasarkan Aspirasi Masyarakat
Pasalnya, ketertinggalan dan terisolirnya wilayah perbatasan, akan berimbas pada pendidikan anak-anak di desa setempat. Hal ini tentunya memberi dampak pada sumber daya manusia (SDM) yang ada.
"Sulitnya akses jalan menuju sekolah, lebih banyak lelahnya ketimbang pelajaran yang didapat. Mereka merasa capek, mungkin orang tua juga berpikir yang sama. Jadi memilih untuk putus sekolah," kata Ketua RT 11 Desa Binusan Dalam, Sappe, Jumat (25/6/2021).
Baca juga: Tim Wasev Mabesad TNI Kunjungi TMMD Bangun Jalan di Desa Jambe Tangerang
Karenanya, untuk mengatasi ketertinggalan ini, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) wilayah perbatasan ke 111 dilaksanakan di Desa Binusan Dalam RT 11, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), sebagai jawaban untuk pembangunan di desa tersebut.
Diketahui, kegiatan TMMD ini, Kodim 0911/Nunukan telah merencanakan pembangunan yang terbagi menjadi dua sasaran yakni sasaran fisik dan sasaran non fisik. Untuk sasaran fisik yaitu, Pembukaan Badan Jalan 1.000 Meter x 6 Meter, Pembangunan 4 Buah Plat Duiker dengan ukuran 1,5 Meter x 6 Meter serta sasaran tambahan seperti pembuatan MCK 1 unit dan rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 5 unit.
Untuk sasaran nonfisik meliputi Penyuluhan Wawasan Nusantara, Penyuluhan Bela Negara, Pelayanan Kesehatan (Bahaya Narkoba & HIV /Aids), Penyuluhan Hukum dan Kamtibmas, Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Sosialisasi Covid 19, Penyuluhan perekrutan menjadi anggota TNI, Sosialisasi Stunting, Kegiatan Posyandu dan Posbindu PTM.
Baca juga: Satgas Sebut Sasaran Program TMMD Berdasarkan Aspirasi Masyarakat
Pasalnya, ketertinggalan dan terisolirnya wilayah perbatasan, akan berimbas pada pendidikan anak-anak di desa setempat. Hal ini tentunya memberi dampak pada sumber daya manusia (SDM) yang ada.
"Sulitnya akses jalan menuju sekolah, lebih banyak lelahnya ketimbang pelajaran yang didapat. Mereka merasa capek, mungkin orang tua juga berpikir yang sama. Jadi memilih untuk putus sekolah," kata Ketua RT 11 Desa Binusan Dalam, Sappe, Jumat (25/6/2021).
Baca juga: Tim Wasev Mabesad TNI Kunjungi TMMD Bangun Jalan di Desa Jambe Tangerang
Karenanya, untuk mengatasi ketertinggalan ini, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) wilayah perbatasan ke 111 dilaksanakan di Desa Binusan Dalam RT 11, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), sebagai jawaban untuk pembangunan di desa tersebut.
Diketahui, kegiatan TMMD ini, Kodim 0911/Nunukan telah merencanakan pembangunan yang terbagi menjadi dua sasaran yakni sasaran fisik dan sasaran non fisik. Untuk sasaran fisik yaitu, Pembukaan Badan Jalan 1.000 Meter x 6 Meter, Pembangunan 4 Buah Plat Duiker dengan ukuran 1,5 Meter x 6 Meter serta sasaran tambahan seperti pembuatan MCK 1 unit dan rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 5 unit.
Untuk sasaran nonfisik meliputi Penyuluhan Wawasan Nusantara, Penyuluhan Bela Negara, Pelayanan Kesehatan (Bahaya Narkoba & HIV /Aids), Penyuluhan Hukum dan Kamtibmas, Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Sosialisasi Covid 19, Penyuluhan perekrutan menjadi anggota TNI, Sosialisasi Stunting, Kegiatan Posyandu dan Posbindu PTM.
(maf)
Lihat Juga :