Hadiri Penandatanganan MoU BPIP dan DPR RI, SBN: Pancasila Adalah Cara Pandang Kita Bersama

Senin, 21 Juni 2021 - 20:18 WIB
loading...
Hadiri Penandatanganan...
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan DPR RI, Senin (21/6/2021).
A A A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan DPR RI, Senin (21/6/2021). Acara tersebut digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Hadir sebagai salah satu undangan, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. Ia mengungkapkan bahwa semua pihak mesti mendukung seluruh aktifitas BPIP yang memiliki maksud dalam menegakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila bagi seluruh penyelenggara negara, komponen bangsa, dan warga negara Indonesia.

"Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib mendukung arah program dan kegiatan dari BPIP. Agar cara pandang kehidupan berbangsa kita semua sama bersumber dari ideologi Pancasila. Apalagi di tengah momentum pemerintah dalam memerangi gerakan radikalisme dan terorisme yang disinyalir bersumber dari ideologi radikal yang berada di tengah kehidupan kita saat ini", ujar Sultan.

Sultan juga berharap kedepannya BPIP bersama DPR RI dapat lebih menjaga implementasi nilai-nilai Pancasila secara sosio kultural dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian agar tersistem dengan baik melalui perumusan setiap norma regulasi baik Undang-undang maupun peraturan perundang-undangan lainnya yang dihasilkan oleh legislatif.

"Ruh dari kebijakan dan regulasi yang ada harus bersumber dari semangat serta nilai dari ideologi Pancasila. Tidak bisa bersumber dari hal-hal yang bertentangan terhadap Ideologi yang diakui oleh negara", ucap Sultan.

Senator muda asal Bengkulu tersebut juga mengingatkan bahwa ruh Pancasila tetaplah mesti menjadi warna dan arah dalam seluruh kehidupan pemerintah. Sehingga semua kepentingan negara hanya bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di samping itu pembinaan ideologi Pancasila juga mesti dimulai oleh penyelenggara negara itu sendiri.

"Tentu sistem "Pancasilaisasi" saat ini yang secara konseptual sudah terstruktur sedemikian rapi diletakkan dalam sendi kehidupan bernegara. Tinggal diperlukan yaitu langkah aktualisasi lebih riil setiap kebijakan aparatur di seluruh sektor pemerintahan sehingga tetap menghasilkan regulasi serta memberikan pelayanan kepada publik secara luas yang didalamnya selalu mencerminkan nilai-nilai Pancasila", tuturnya.

Pada kesempatan ini, Sultan juga mengapresiasi penyampaian oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi yang sangat menekankan pentingnya membumikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu juga Sultan berharap bahwa program BPIP dalam menyelesaikan 15 materi dan bahan ajar Pancasila sebagai pedoman belajar bagi siswa-siswi yang menempuh pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi dapat dirampungkan serta diaplikasikan secepatnya.

"Kita sangat mengapresiasi langkah BPIP yang saat ini sedang membuat peta jalan (road map) kinerja yang terukur melalui mempersiapkan beberapa rumusan kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, yaitu penyusunan garis-garis besar haluan ideologi Pancasila dan peta jalan pembinaan ideologi Pancasila hingga penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan Pancasila dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Dan ini langkah maju bagi kita semua", tutur Sultan.

Adapun Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut baik nota kesepahaman tersebut.

Menurut Puan, terdapat tantangan bagi pembentuk peraturan perundang-undangan yakni bagaimana menempatkan Pancasila bisa teraktualisasi dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan.

"Di samping tidak bertentangan dengan Pancasila norma-norma yang dibuat harus menjiwai dan mencerminkan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila," kata Puan.

Puan menilai perlu dilakukan preview nilai-nilai Pancasila dalam setiap rancangan undang-undang yang diusulkan oleh DPR maupun pemerintah. Hal itu untuk menjamin tidak ada norma yang bertentangan dengan Pancasila.

"Bahwa semangat dari nota kesepahaman ini adalah untuk memastikan ada napas Pancasila dalam setiap peraturan perundang-undangan yang akan lahir dari Gedung Senayan ini," katanya. CM
(srf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, Prabowo: Rakyat Hanya Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa Sendiri
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Infografis
AS dan Israel Adalah...
AS dan Israel Adalah Dalang Perang Saudara di Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved