Mardani Ali Sera: Penanganan Covid-19 Harus Ketat dan Kejam

Sabtu, 19 Juni 2021 - 07:11 WIB
loading...
Mardani Ali Sera: Penanganan...
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai penanganan Covid-19 harus ketat dan kejam. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai penanganan Covid-19 harus ketat dan kejam. Sebab, kasus Covid-19 di Tanah Air kembali meningkat belakangan ini.

Untuk diketahui, data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menunjukkan kenaikan 12.990 kasus positif harian pada Jumat (18/6/2021). "Penanganan Covid-19 mesti ketat dan kejam," ujar Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Sabtu (19/6/2021).

Mardani menjelaskan bahwa ketat yang dimaksud adalah semua kebijakan harus berbasis fakta dan sains. "Kejam bermakna harus berani mengambil keputusan tegas dan tega. Karena kerja di hulu jauh lebih mudah dan murah dibanding kerja di hilir," katanya.

Baca juga: Ribuan Orang Teken Surat Terbuka Desak Jokowi Cepat Tangani Pandemi

Hingga saat ini total kasus positif Covid-19 nasional mencapai 1.963.266. Sedangkan total kasus meninggal dunia mencapai 54.043 kasus.

Sementara itu, seribuan orang yang tergabung dalam Lapor Covid-19 dan segenap kelompok masyarakat sipil lainnya menandatangani petisi online berisi desakan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera melakukan lockdown.

Hingga pukul 22.52 WIB Jumat, 18 Juni 2021, sudah 1.288 orang yang menandatangani petisi itu. Adapun wacana lockdown pernah mencuat saat awal Pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Baca juga: Sultan HB X Wacanakan Lockdown Yogyakarta, DPRD DIY Beri Dukungan Penuh
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Pimpin PKS Jabar, Abah...
Pimpin PKS Jabar, Abah Iwan: Pelayanan, Advokasi, dan Keberpihakan Adalah Napas Perjuangan Kita
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Rekomendasi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved