Pasang Kuda-kuda Pilpres 2024, Parpol Mulai Berani Munculkan Jagoannya

Sabtu, 05 Juni 2021 - 11:00 WIB
loading...
Pasang Kuda-kuda Pilpres...
Para ketua umum partai politik yang berpotensi maju pada Pilpres 2024 mendatang. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kendati Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 masih sekitar tiga tahun lagi, sejumlah partai politik (parpol) sudah memulai pasang kuda-kuda.

Sebagian parpol sudah berani memunculkan sosok yang dinilai berpeluang diusung sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Partai Golkar misalnya mendorong ketua umumnya Airlangga Hartarto untuk maju ke Pilpres mendatang. Partai Gerindra juga sudah mendorong Prabowo Subianto untuk kesekian kalinya maju Pilpres 2024.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong ketua umumnya, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin atau Gus Ami). Kemudian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sempat menyedot perhatian karena isu persaingan antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) yang menginginkan Ketua Dewan Kehormatannya, Soetrisno Bachir menjadi bakal calon presiden. Selain itu, Partai Demokrat dengan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi kondisi tersebut, Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam berpendapat setiap parpol tentu menginginkan mengusung kadernya sendiri dalam setiap kontestasi, termasuk dalam pilpres.

"Karena itu hampir semua parpol memunculkan kadernya untuk diajukan dalam Pilpres, misalnya Golkar menyorong Airlangga, PKB mempromosikan Muhaimin Iskandar, Gerindra mendukung Prabowo, Demokrat mengusung AHY," kata Arif Nurul kepada SINDOnews, Jumat 4 Juni 2021.Baca juga: Suara Kader Gerindra Tetap Usung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024

Menurut Arif, selain mencoba peruntungan politik, strategi itu juga dalam rangka mendongkrak perolehan suara partai, dengan catatan jika tokoh yang diusung memiliki nilai jual di masyarakat. Kendati demikian, kata dia, pada titik akhirnya parpol kemudian juga realistis berdasarkan kalkukasi politik.

"Jelang pilpres tentu nanti akan mengerucut hanya ke sejumlah tokoh yang kemudian benar-benar maju dalam pilpres," tutur Arif.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra), Fadhli Harahab menilai positif kondisi tersebut. "Jauh hari parpol sudah mulai menampilkan kader terbaiknya, menyimulasi pasangan yang klop dan menghitung seberapa besar dukungan publik terhadap calonnya," kata Fadhli Harahab kepada SINDOnews secara terpisah.

Namun, Fadhli memberikan catatan agar parpol jangan hanya menawarkan calon yang itu-itu saja. "Bahkan, sudah ada yang beberapa kali menjadi calon. Masyarakat seperti ditawarkan barang kedaluwarsa," kata Fadhli.

Fadhli meyakini pemilih hari ini sudah sangat selektif dengan calon pemimpinnya. "Untuk itu, parpol juga harus jeli melihat itu. Dominasi pemilih milenial tentunya menjadi tantangan bagi Parpol untuk menyediakan calon yang cocok dengan selera mereka," pungkas Fadhli.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo juga menilai apa yang telah dilakukan sejumlah parpol itu bagus bagi demokrasi. "Kalau menurutku, yang dilakukan oleh partai politik dengan mengajukan jago-jagonya gitu, yang biasanya adalah Ketumnya, misalnya Golkar dengan Pak Airlangga, Cak Imin di PKB, terus Gerindra juga sudah mendorong Prabowo dan PDIP ada Mba Puan walaupun ada juga nama lain seperti Pak Ganjar dan Bu Risma ya, tapi kalau menurut saya ini adalah sesuatu yang bagus untuk demokrasi," kata Kunto kepada SINDOnews.Baca juga: Miliki Kekuatan Struktural dan Kultural, Airlangga-Anies Capres Potensial 2024

Karena, kata Kunto, dari awal publik sudah disodori nama-nama tersebut. Selanjutnya, publik atau calon pemilih kemudian bisa menilai jago-jagonya sejumlah Parpol itu.

"Bisa memboboti bisa lebih lama, sehingga kualitasnya di akhir juga kita berdoa supaya mendapatkan pemimpin yang lebih baik, kalau kita punya waktu untuk assessment yang lebih lama kan bisa jadi keputusan kita akan lebih baik, itu keuntungannya," kata Kunto.

Kunto pun menilai wajar sejumlah parpol sudah mengajukan jagonya masing-masing ke publik. "Parpol-parpol ini kan mereka yang punya tiket, mereka yang bisa mengajukan calon presiden, dan mereka sudah dari awal mengelus jago-jago mereka supaya publik juga semakin mengenal, popularitasnya semakin oke, dan juga elektabilitasnya semakin oke," tuturnya.

Dia pun memberikan contoh elektabilitas Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung meroket ketika dicalonkan.

"Dari dua Presiden kita yang dipilih secara langsung, Pak SBY dan Pak Jokowi, elektabilitas mereka langsung meroket ketika partainya dan secara definitif mereka dicalonkan oleh partai atau koalisi partai menjadi calon presiden dan dideklarasikan, itu elektabilitasnya langsung meroket dan menurut saya itu adalah strategi yang diambil Parpol di Indonesia hari ini," tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Rekomendasi
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved