Waspada, Modus Penipuan Mengatasnamakan Penerimaan CPNS Kemenkumham
Minggu, 23 Mei 2021 - 20:27 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham, Andap Budhi Revianto. Foto/dok Kemenkumham
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menegaskan belum menyampaikan informasi mengenai penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham, Andap Budhi Revianto menanggapi beredarnya kabar Kemenkumham akan membuka seleksi CPNS.
“Memang benar kami akan menyelenggarakan proses penerimaan CPNS, tetapi sampai saat ini kami belum sekalipun secara resmi menyampaikan informasi terkait hal tersebut kepada publik,” kata Andap dalam keterangan persnya, Minggu (23/5/2021)
Saat ini ramai flyer dan info grafis mengenai penerimaan CPNS yang mengatasnamakan Kemenkumham. Andap tidak sepenuhnya menyalahkan informasi yang beredar, tetapi juga tidak membenarkan seluruhnya.Baca juga: Dewan Ingatkan Rekrutmen 4.774 CPNS dan PPPK Berjalan Transparan
Dia menjelaskan, informasi yang beredar saat ini tidak disebarkan oleh akun resmi kemenkumham karena memang belum waktunya. Kendati tidak ada unsur penipuan dalam info tersebut, Andap meminta masyarakat berhati-hati karena bisa saja berpotensi penipuan.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham, Andap Budhi Revianto menanggapi beredarnya kabar Kemenkumham akan membuka seleksi CPNS.
“Memang benar kami akan menyelenggarakan proses penerimaan CPNS, tetapi sampai saat ini kami belum sekalipun secara resmi menyampaikan informasi terkait hal tersebut kepada publik,” kata Andap dalam keterangan persnya, Minggu (23/5/2021)
Saat ini ramai flyer dan info grafis mengenai penerimaan CPNS yang mengatasnamakan Kemenkumham. Andap tidak sepenuhnya menyalahkan informasi yang beredar, tetapi juga tidak membenarkan seluruhnya.Baca juga: Dewan Ingatkan Rekrutmen 4.774 CPNS dan PPPK Berjalan Transparan
Dia menjelaskan, informasi yang beredar saat ini tidak disebarkan oleh akun resmi kemenkumham karena memang belum waktunya. Kendati tidak ada unsur penipuan dalam info tersebut, Andap meminta masyarakat berhati-hati karena bisa saja berpotensi penipuan.
Lihat Juga :