Tak Cuma Puan Maharani, Nama-nama Ini Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
Sabtu, 22 Mei 2021 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Di Pilpres 2009, Prabowo menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pasangan yang dikenal sebutan Mega-Pro saat itu juga kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani pada Selasa 23 Maret 2021 mengungkapkan partainya berharap Prabowo Subianto bersedia kembali bertarung di Pilpres. Lalu, jika Prabowo maju di Pilpres 2024, siapa yang paling berpeluang mendampinginya?
“Masih spekulasi. Namun kelihatannya arah Prabowo, ingin berpasangan dengan Puan Maharani,” ujar Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (22/5/2021).
Karena, kata dia, Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR itu adalah anak Megawati sang pemilik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Kita lihat indikasinya beberapa waktu lalu, beredar poster Megawati diberi gelar Guru Besar Tidak Tetap oleh Unhan (Universitas Pertahanan, red), kita tahu Unhan itu di bawah Kemenhan dan Menhannya Prabowo. Jika itu bebar, itu salah satu cara lobi politik untuk pendekatan terhadap Megawati,” ungkapnya. Baca juga: Tangis Danramil Tanasitolo Pecah Saat Temukan Putranya Terbujur Kaku Tak Bernyawa
Sedangkan kriteria pendamping Prabowo di Pilpres mendatang, kata dia, tentunya memiliki elektabilitas yang tinggi. “Namun walaupun Puan elektabilitasnya rendah. Namun dia berangkat dari the rulling party (partai pemenang), yang banyak menguasai jabatan-jabatan politik untuk menekan kepala daerah agar mendukung mereka nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengatakan jika Prabowo maju kembali dalam Pilpres 2024, maka sosok pendampingnya atau cawapres menjadi sangat penting. “Sebagai ketum parpol papan atas, Gerindra, menjabat Menhan, dan punya elektabilitas yang bagus, persoalan signifikan bagi mantan Danjen Kopassus itu bukan bisa maju atau tidak, tetapi bisa menang atau enggak,” kata Igor yang juga sebagai Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) ini.
Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa prinsip utama dalam memilih cawapres di 2024 selain pertimbangan presidential threshold, figur tersebut harus yang bisa meningkatkan elektabilitas sebagai pasangan calon. Atau, lanjut dia, minimal Cawapres pendamping Prabowo itu tidak mengurangi tingkat keterpilihan mereka saat nanti berkontestasi dan berkompetisi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani pada Selasa 23 Maret 2021 mengungkapkan partainya berharap Prabowo Subianto bersedia kembali bertarung di Pilpres. Lalu, jika Prabowo maju di Pilpres 2024, siapa yang paling berpeluang mendampinginya?
“Masih spekulasi. Namun kelihatannya arah Prabowo, ingin berpasangan dengan Puan Maharani,” ujar Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (22/5/2021).
Karena, kata dia, Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR itu adalah anak Megawati sang pemilik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Kita lihat indikasinya beberapa waktu lalu, beredar poster Megawati diberi gelar Guru Besar Tidak Tetap oleh Unhan (Universitas Pertahanan, red), kita tahu Unhan itu di bawah Kemenhan dan Menhannya Prabowo. Jika itu bebar, itu salah satu cara lobi politik untuk pendekatan terhadap Megawati,” ungkapnya. Baca juga: Tangis Danramil Tanasitolo Pecah Saat Temukan Putranya Terbujur Kaku Tak Bernyawa
Sedangkan kriteria pendamping Prabowo di Pilpres mendatang, kata dia, tentunya memiliki elektabilitas yang tinggi. “Namun walaupun Puan elektabilitasnya rendah. Namun dia berangkat dari the rulling party (partai pemenang), yang banyak menguasai jabatan-jabatan politik untuk menekan kepala daerah agar mendukung mereka nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengatakan jika Prabowo maju kembali dalam Pilpres 2024, maka sosok pendampingnya atau cawapres menjadi sangat penting. “Sebagai ketum parpol papan atas, Gerindra, menjabat Menhan, dan punya elektabilitas yang bagus, persoalan signifikan bagi mantan Danjen Kopassus itu bukan bisa maju atau tidak, tetapi bisa menang atau enggak,” kata Igor yang juga sebagai Direktur Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) ini.
Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa prinsip utama dalam memilih cawapres di 2024 selain pertimbangan presidential threshold, figur tersebut harus yang bisa meningkatkan elektabilitas sebagai pasangan calon. Atau, lanjut dia, minimal Cawapres pendamping Prabowo itu tidak mengurangi tingkat keterpilihan mereka saat nanti berkontestasi dan berkompetisi.
Lihat Juga :