Legislator PKS Nilai Pemerintah Lalai Awasi Tempat Wisata

Senin, 17 Mei 2021 - 16:29 WIB
loading...
Legislator PKS Nilai...
Objek wisata Taman Impian Jaya Ancol dipadati pengunjung pada hari kedua Lebaran, kemarin. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suryadi Jaya Purnama menilai pemerintah lalai mengawasi tempat wisata saat libur Lebaran 2021. Pasalnya, kegiatan pariwisata sempat diperbolehkan saat larangan mudik diterapkan pemerintah pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Kendati diperbolehkan, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi jika hendak berwisata selama masa larangan mudik Lebaran. "Dimana menteri pariwisata telah menyatakan bahwa yang diperbolehkan masuk objek wisata saat libur Lebaran hanyalah para wisatawan lokal, bukan wisatawan asal luar atau pemudik," kata anggota Komisi V DPR RI ini dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (17/5/2021). Baca juga: Catat! Seluruh Objek Wisata di Kabupaten Tangerang Masih Ditutup hingga 30 Mei 2021

Namun demikian, kata dia, terdapat sejumlah daerah yang membuat aturan sendiri. "Misalnya, di Kabupaten Bogor menerapkan aturan bagi warga Jabodetabek yang ingin melakukan perjalanan ke Kabupaten Bogor (bukan wisata lokal) wajib menunjukkan bukti swab antigen dan sertifikasi vaksin Covid-19," ujarnya. Baca juga: Mutasi Baru Covid-19 Banyak Ditemukan Sulawesi, Kalimantan dan Bali

Selain itu, lanjut dia, petugas gabungan Satgas Penanganan Covid-19 juga akan melakukan tes swab antigen secara acak kepada pengunjung di posko pemeriksaan. Jika hasilnya positif, kata dia, petugas akan meminta mereka untuk kembali ke rumah masing-masing dan isolasi mandiri. Alhasil, lanjut dia, dengan diperbolehkannya kegiatan pariwisata ini sejumlah obyek wisata membludak dan akhirnya harus ditutup. "Sebagai contoh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran menutup objek wisata Pantai Batukaras, lantaran kunjungan wisatawan di pantai tersebut ramai dan banyak yang melanggar protokol kesehatan," ungkapnya.

Selain itu di Ibu Kota, kata dia, Manajemen Taman Impian Jaya Ancol juga mengeluarkan kebijakan penutupan sementara tempat wisata Ancol. Hal ini disebabkan pengunjung banyak yang terkonsentrasi ke arah Pantai dan banyak yang melanggar protokol kesehatan.

Atas kejadian ini, dia mengatakan bahwa Fraksi PKS mengingatkan pemerintah Pusat yang merupakan ujung tombak penanganan pandemi Covid-19 seharusnya lebih dapat mengantisipasi lonjakan kegiatan masyarakat yang mengarah kepada kerumunan, khususnya di tempat pariwisata. Apalagi, ujar dia, kegiatan pariwisata lokal ini juga merupakan anjuran dari Pemerintah Pusat sendiri. "Sehingga terjadinya kerumunan di tempat pariwisata adalah akibat dari kelalaian Pemerintah yang hingga kini masih gamang dalam menangani pandemi Covid-19," imbuhnya.

Dia menambahkan, Fraksi PKS berharap agar semua stakeholder dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. "Dan bagi pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan agar diberi sanksi termasuk bagi satgas dan pengelola kawasan wisata yang tidak mampu atau lalai dalam menegakkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Selain itu, Fraksi PKS mengingatkan pemerintah bahwa walaupun hari ini adalah hari terakhir larangan mudik, Fraksi PKS meminta pemerintah tetap waspada terhadap adanya lonjakan arus balik untuk beberapa waktu ke depan setelah masa larangan mudik. "Dan tetap berjaga-jaga di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Pesona Desa Wisata di...
Pesona Desa Wisata di Belitung, Menyaksikan Tarsius hingga Makan Bedulang
Diminta Gubernur Berbenah,...
Diminta Gubernur Berbenah, Ancol Siap Jadi Destinasi Berbasis Experience
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved