Bantuan Alat Kesehatan dari Kementerian BUMN untuk Jabar

Jum'at, 22 Mei 2020 - 21:14 WIB
loading...
Bantuan Alat Kesehatan...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian BUMN RI di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (21/5/2020).Foto: Yogi P/Humas Jabar
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerima bantuan berupa alat kesehatan dari Kementerian BUMN RI di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (21/5/20). Bantuan diserahkan langsung Menteri BUMN RI Erick Thohir.

Adapun bantuan yang diberikan antara lain 7.000 alat rapid test, 20 unit ventilator non-invasive, 38.000 buah coverall, 10.000 pasang sarung tangan medis, 50.000 buah masker bedah, 10.000 buah masker N95, dan 10 ton beras.

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menyampaikan terima kasih atas bantuan Kementerian BUMN RI. Ia pun mengatakan akan segera menyalurkan bantuan tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Pak Menteri, ada bantuan kesehatan dan bantuan pangan," kata Kang Emil.

"Besok lusa langsung dikirim di tanggal libur supaya segera sampai kepada yang membutuhkan, utamanya menjelang hari libur Idulfitri," tambahnya.

Sementara itu, Menteri BUMN RI Erick Thohir berharap Jabar dapat membangun kemandirian industri, baik industri alat kesehatan dan obat-obatan. "Tentu kami pada saat ini dari Kementrian BUMN ingin berpartisipasi kepada bantuan masyarakat Jawa Barat," ucap Menteri Erick.

"Kami dengan pemerintah Jawa Barat ingin segera membangun supaya ada kemandirian untuk industri alat kesehatan dan obat obatan," imbuhnya.

Erick mengatakan, pihaknya telah membuka road map BUMN dan BUMD agar memiliki fokus masing-masing dan tidak tumpang tindih dalam menentukan fokus subjek yang dikembangkan.

Hal ini berdasarkan urgensi industri kesehatan sebagai prioritas ke depan, selain dari ketahanan energi dan ketahanan pangan. "Kemarin saya sudah paparan kepada Bapak Presiden juga mengenai bagaimana industri kesehatan ini harus menjadi prioritas ke depan," ucapnya.

"Salah satunya klasifikasi daripada masing masing urusan BUMN seperti Bio Farma, Indo Farma, Kimia Farma, punya fokus tersendiri," tambahnya.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved