Larang Mudik, Korlantas Diharap Kedepankan Sikap Persuasif dan Humanis

Jum'at, 07 Mei 2021 - 12:14 WIB
loading...
Larang Mudik, Korlantas...
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono didampingi Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat mengecek titik penyekatan di KM 31 Gerbang Tol Cikarang Barat, Kamis (6/5/2021). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Jaringan Mubaligh Muda Indonesia mengapresiasi langkah Polri dalam pelaksanaan larangan mudik Lebaran tahun 2021. Bahkan JAMMI mengungkapkan bahwa anggota Polri menghalau pemudik hingga ke jalur tikus.

Baca juga: Dukung Larangan Mudik, DPRD Jabar Minta Petugas Jaga Sikap Humanis

Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi memuji Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang menjelaskan larangan mudik Lebaran 2021 oleh pemerintah dengan jelas, arif, dan bijaksana.

"JAMMI mendukung alasan larangan mudik yang disampaikan Kapolri. Asas keselamatan rakyat yang utama," kata Irfaan, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Lalu Lintas Penerbangan di Bandara Soetta Turun 90%

Kemudian keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi atau Salus Supreme Lex Esto, menurutnya menjadi dasar Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam pengawasan terhadap masyarakat yang dilarang mudik lebaran.

"Korlantas Polri dengan sigap menerjemahkan larangan mudik dengan mengerahkan personel Polri menghalau pemudik. Tak hanya di jalan utama, namun juga hingga jalan-jalan tikus yang berpotensi dilewat pemudik," ucapnya.

Baca juga: Hari Kedua Larangan Mudik, Sejumlah Mobil dari Medan Diputarbalik

JAMMI pun mengapresiasi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono karena operasi ketupat 2021 mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. "Meski terjadi penghalauan pemudik, namun Korlantas Polri tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis," ujar Irfaan.

Dia melanjutkan, masyarakat yang nekat mudik akan diberi teguran dan diperintah agar putar balik ke daerah asal. Kemudian salah bentuk pencegahan yang dilakukan Korlantas Polri adalah penyekatan di pos-pos dengan menyebar 155 ribu personel di 381 titik.

Irfaan juga memahami jika di lapangan terjadi dinamika di hari pertama penyekatan mudik yang menurutnya biasa terjadi jika warga menemui kondisi baru. "Ada pemeriksaan dan penyekatan bagi pemudik tapi bukan bagi pekerja yg hendak bekerja di daerah tersebut," tuturnya.

Irfan menegaskan, setelah dinamika tersebut tersebar informasi luas baik di media maupun medsos bahwa kondisi di lapangan sudah normal kembali , para pekerja sudah bisa melintas dengan lancar.

"Jadi tidak benar ada jika video yang nyatakan Cikarang memanas , mobilitas ditutup aksesnya, sekarang kita lihat di semua televisi juga di postingan postingan di medsos kondisi sudah lancar," tegasnya.

"Begitu juga upaya Korlantas Polri mengamankan kurang lebih 200 travel gelap di daerah Jakarta, Jawa Barat, Tangerang, Banten. Sudah dilakukan langkah-langkah razia untuk travel-travel yang tidak ada izinnya sudah ditindak tegas," sambungnya.

Pihaknya mengingatkan, agar masyarakat tidak mudik atau menggunakan dokumen palsu dengan alibi melakukan perjalanan non mudik lebaran 2021 agar bisa ke kampung halaman.

"Penggunaan dokumen palsu bakal dipidana. Demi keselamatan orang-orang yang kita cintai sebaiknya kita silaturahmi dulu melalui saluran teknologi dulu hingga Covid-19 benar-benar lenyap," tutup Irfaan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
3 Kombes Digeser ke...
3 Kombes Digeser ke Korlantas Polri pada Mutasi Mei 2026, Ada Ka SPN Polda Metro Jaya
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Sahroni: Kinerja Korlantas...
Sahroni: Kinerja Korlantas Polri dalam Tangani Arus Mudik 2026 Keren, Meski Ada Catatan
Jasa Raharja Sosialisasikan...
Jasa Raharja Sosialisasikan JRKu, Dorong Pelaporan Kecelakaan Lebih Cepat dan Mudah
Polisi Siapkan One Way...
Polisi Siapkan One Way Nasional Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, 36 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta
Rekomendasi
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved