Sandiaga Ingin Giatkan Wisatawan Muslim di Indonesia
Sabtu, 01 Mei 2021 - 09:36 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto/Instagram/sandiuno
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang ramah terhadap wisatawan muslim. Hal itu mengingat tingginya belanja yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
Baca juga: Kepincut Produk Lokal, Menparekraf Sandiaga Uno Kalap Belanja di Pameran Sneaker
Hal ini dikatakan Sandiaga dalam diskusi Pengembangan Pariwisata Muslim Friendly bersama Majelis Pengurus Pusat ICMI, Rabu 29 April 2021. Menurut data dari State Of The Global Islamic Economy Report tahun 2019, jumlah pengeluaran wisatawan muslim di dunia mencapai 12% dari total pengeluaran wisatawan global.
"Artinya dari total USD 1.66 triliun belanja wisatawan global, USD 200.3 miliar merupakan pengeluaran untuk memenuhi keperluan atau kebutuhan wisatawan muslim," kata Sandiaga dalam keterangan pers, Sabtu (1/5/2021).
Baca juga: Bentuk Holding Aviasi, Erick Thohir: Bantu Sandiaga Uno
Merujuk data di atas, Sandiaga menjelaskan, bahwa top 5 negara muslim traveler dengan pengeluaran terbesar ditempati oleh pertama Saudi Arabia, kedua UAE, ketiga Qatar, keempat Kuwait dan yang terbesar kelima adalah Indonesia.
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini melanjutkan, besarnya potensi Indonesia untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim bukan hanya untuk menarik minat wisatawan muslim dari negara-negara lain, tetapi juga menggiatkan wisata muslim di Indonesia.
"Dari berbagai jenis wisata yang dikembangkan, saat ini pariwisata ramah muslim menjadi salah satu keunggulan dan tengah fokus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan wisatawan. Pariwisata ramah muslim yang dimaksud disini adalah extension of service atau peningkatan dan perluasan layanan, bukan berarti mensyariahkan tempat wisata," jelas Sandiaga.
Baca juga: Kepincut Produk Lokal, Menparekraf Sandiaga Uno Kalap Belanja di Pameran Sneaker
Hal ini dikatakan Sandiaga dalam diskusi Pengembangan Pariwisata Muslim Friendly bersama Majelis Pengurus Pusat ICMI, Rabu 29 April 2021. Menurut data dari State Of The Global Islamic Economy Report tahun 2019, jumlah pengeluaran wisatawan muslim di dunia mencapai 12% dari total pengeluaran wisatawan global.
"Artinya dari total USD 1.66 triliun belanja wisatawan global, USD 200.3 miliar merupakan pengeluaran untuk memenuhi keperluan atau kebutuhan wisatawan muslim," kata Sandiaga dalam keterangan pers, Sabtu (1/5/2021).
Baca juga: Bentuk Holding Aviasi, Erick Thohir: Bantu Sandiaga Uno
Merujuk data di atas, Sandiaga menjelaskan, bahwa top 5 negara muslim traveler dengan pengeluaran terbesar ditempati oleh pertama Saudi Arabia, kedua UAE, ketiga Qatar, keempat Kuwait dan yang terbesar kelima adalah Indonesia.
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini melanjutkan, besarnya potensi Indonesia untuk mengembangkan pariwisata ramah muslim bukan hanya untuk menarik minat wisatawan muslim dari negara-negara lain, tetapi juga menggiatkan wisata muslim di Indonesia.
"Dari berbagai jenis wisata yang dikembangkan, saat ini pariwisata ramah muslim menjadi salah satu keunggulan dan tengah fokus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan wisatawan. Pariwisata ramah muslim yang dimaksud disini adalah extension of service atau peningkatan dan perluasan layanan, bukan berarti mensyariahkan tempat wisata," jelas Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :