Airlangga Tegaskan Indonesia Tak Bergantung Pada Satu Vaksin

Senin, 12 April 2021 - 18:05 WIB
loading...
Airlangga Tegaskan Indonesia...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan langkah pemerintah dalam menghadapi gelombang ketiga pandemi Corona yang terjadi di beberapa negara. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan langkah pemerintah dalam menghadapi gelombang ketiga pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi di beberapa negara, yang membuat terbatasnya vaksin.

Baca juga: Airlangga Hartarto: Momentum Ramadhan, Penempaan Pemulihan dari Corona

Hal ini dikatakan Airlangga dalam acara peluncuran sebuah laman informasi Vaksin, Minggu 11 April 2021. Seperti diketahui, negara-negara di Eropa maupun India, dan Filipina tengah terjadi kenaikan kasus gelombang ketiga.

"Dengan adanya third wave negara seperti Amerika Serikat misalnya, melarang ekspor vaksin, Inggris juga membatasi, bahkan sekarang China juga sudah ada tekanan untuk membatasi," jelas Airlangga dalam keterangan pers, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Di Forum yang Dihadiri Pangeran Charles, Airlangga Bicara Soal Aset Keanekaragaman Hayati

"Dengan demikian, penting bagi Indonesia untuk multi-sourcing, tidak tergantung pada satu; dan kita sudah memperoleh akses pada empat jenis vaksin yang berbeda. Tentunya kita berharap bahwa apa yang dijanjikan bisa dikirim dengan sesuai apa yang dijanjikan, sehingga jadwal vaksinasi bisa tercapai," tambahnya.

Mengenai vaksin Astrazaneca, Airlangga mengatakan, Indonesia mendapatkannya dari Korea dan India. Sementara diketahui India menghentikan pasokan karena digunakan untuk kebutuhan dalam negerinya.

Baca juga: Kartu Prakerja Terus Bergulir, Airlangga Sebut Banyak Orang Sudah Bekerja dan Jadi Wirausaha

"Kita harap yang dari Korea bisa terus mensuplai, tentang yang dari India itu menjadi catatan pemerintah. Kita juga dorong vaksin dalam bentuk bulk dari Sinovac itu sesuai schedule," ujarnya.

Airlangga masih optimistis, vaksinasi seluruhnya sampai saat ini masih dalam jadwal yang diharapkan pemerintah. Pemerintah menargetkan sebanyak 70 juta penduduk Indonesia sudah tervaksin di Juni-Juli 2021.

Saat ini, kata Airlangga, imunisasi vaksin sudah mencapai 13 juta penduduk dari target total 182juta. Airlangga optimis apabila semua itu bisa terlaksana, maka pemulihan ekonomi nasional bisa lebih cepat.

"Nah, kalau ini semua bisa dilaksanakan, maka tentu kepercayaan masyarakat itu tumbuh," ungkapnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan meski penambahan kasus aktif sudah menurun, pandemi belum berakhir. Airlangga mengatakan pemerintah akan tetap melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini sudah melibatkan 20 Provinsi.

"Tentunya dengan demikian mobilitas tetap harus memenuhi protokol kesehatan. Demikian pula di tempat-tempat umum, termasuk di mall, kemudian di pertemuan, seluruhnya masih berkapasitas 50 persen," jelas Airlangga.

"Jadi walaupun kita lihat bahwa terjadi penurunan kasus, penambahan kasus aktif sudah single digit; demikian pula kesembuhan sudah 88 persen; jadi di atas global, namun pandemi belum berakhir. Jadi kita tidak boleh gegabah untuk menganggap bahwa pandemi sudah selesai," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Prabowo Panggil Menko...
Prabowo Panggil Menko Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana
Menko Airlangga Ungkap...
Menko Airlangga Ungkap Kelanjutan Proyek Jet Tempur KF-21
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Breaking News! WFH ASN...
Breaking News! WFH ASN Setiap Hari Jumat
Melayat ke Rumah Duka...
Melayat ke Rumah Duka Try Sutrisno, Menko Airlangga: Kami Kehilangan Tokoh Bangsa
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Harga Plastik Meroket...
Harga Plastik Meroket 100%, Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Industri
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved